“Minggu pagi mulai pukul 10.00, kami menggelar pentas seni lokal
dengan empat penampil. Kemudian pada Minggu siang ada pentas wayang kulit
dalang Rizky (Dalang cilik-red) dilanjut
malam harinya menghadirkan Ki Dalang Marwoto,” ungkap Kepala Bidang Kebudayaan
Dinbudparpora, Drs Sri Kuncoro, Sabtu (21/12).
Sri Kuncoro merinci, untuk Gelar Seni Lokal akan diisi pentas
Band 45 dari Bobotsari. Band ini, lanjutnya, sempat menjadi jawara pada
festival band tingkat Jawa Tengah, belum lama ini. “Mereka juga berkesempatan
menjadi band pembuka pada pentas The Changcutters Sabtu (21/12) malam ini,”
kata Kuncoro.
Pentas lainnya diisi Hadroh SMP Negeri 1 Purbalingga mulai
pukul 13.00 – 14.00. Pengisi acara gelar seni lokal lainnya, yakni penampilan
opera tari dari Sanggar Harum Kedungmenjangan dan tari tradisional dari Sanggar
Citra Budaya.
Ditempat sama, pada pukul 13.00 juga digelar pentas wayang
kulit dalang cilik Rizky Widia Faturrochman. Bocah asal Desa Mewek Purbalingga
yang masih duduk di kelas 1 SMP Negeri 1 Purbalingga, pernah menjadi juara 3
dalam ajang Festival Dalang Cilik di Banjarnegara, beberapa waktu lalu.
“Malamnya giliran pentas wayang kulit bersama Ki Marwoto.
Tempatnya sama di GOR Mahesa Jenar,” jelasnya.
Terpisah, Kasi Pembinaan Kesenian dan Kebudayaan, Sri
Pamekas SPd menambahkan, gelar seni masih akan berlanjut pada Senin, (23/12).
Selain seni lokal juga bakal dipentaskan Ketoprak Pesona Budaya dari Kebumen.
“Tahun ini kami memfasilitasi refitalisasi seni budaya pada
beberapa sekolah dan sanggar seni. Dua diantaranya akan kami tampilkan Senin
(23/12) pagi. Yakni pentas Kuda Lumping dari SMK YPT 2 Purbalingga dan Aplang
dari sanggar Sari Ratri Kutasari,” katanya.
Pentas ketoprak Pesona Budaya Kebumen akan dipentaskan pada
Senin (23/12) malam. Keduanya masih di pusatkan di GOR Mahesa Jenar
Purbalingga.(Humas/Hr)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !