| Sukento Dilantik (Humas) |
Gubernur Ganjar Pranowo Pesan Empat PR Harus Segera
Dijalankan Bupati
KabareBralink– Wakil Bupati Drs Sukento Rido
Marhaendrianto MM sejak Sabtu (29/12), resmi menjadi Bupati Purbalingga periode
2010 – 2015, menggantikan Heru Sudjatmoko yang menjadi Wakil Gubernur Jawa
Tengah. Pelantikan Sukento sebagai Bupati, dilalangsungkan di Pendapa
Dipokusumo oleh Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo atas nama Presiden RI.
Merski jabatan
bupati itu tinggal tersisa sekitar 19 bulan hingga 7 Juli 2015, namun tugas berat sudah
harus menghadang Bupati Sukento. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan
menyebut ada empat pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Sukento.
“Ini bukan
barang baru. Stok lama yang dipindahkan pada jabatan seharusnya. Waktu yang
dimiliki hendaknya bisa dimanfaatkan
untuk percepatan pembangunan di Purbalingga. Saya minta (Sukento-red) untuk
meneruskan dan meningkatkan kinerja pengabdian meskipun waktunya tinggal
sembilanbelas bulan lagi,” ujar Ganjar saat melantik Bupati Sukento dalam
agenda Rapat Paripurna Istimewa DPRD Purbalingga yang di pimpin Ketua DPRD
Tasdi SH MM.
Menurut Gubernur,
empat “PR” yang harus diselesaikan terkait kesiapan Jawa Tengah memasuki era perdagangan
bebas dan menjadi bagian dari masyarakat ekonomi ASEAN. Sedikitnya ada dua hal
yang harus disiapkan. Yakni menyangkut kesiapan sumber daya manusia dan produk lokal
yang mampu bersaing.
“Ketika masyarakat
ekonomi ASEAN berlaku pada 2015 nanti, di ujung Alun Alun sana sudah bisa dibuka
outlet-outlet yang boleh memasarkan produk-produk dari berbagai negara. Kalau hari
ini kita tidak siap, mampuslah kita. Maka kita harus mempercepat itu dan
sebenarnya Purbalingga punya acuan adanya pabrik rambut dan bulu mata palsu,”
tandasnya.
Menurut
Ganjar para pelaku UMKM di Purbalingga bias mengambil kesempatan dari belajar
pengalaman yang dimiliki pengusaha rambut di Purbalingga.
Pekerjaan
lain yang harus didorong pada sisa pemerintahan Sukento adalah menghadapi prioritas
kebijakan pembangunan Pemprov Jateng di
bidang pembangunan infrastruktur. Seperti
diketahui, pemeriantahan Ganjar-Heru mendorong pembangunan infrastruktur untuk mendongkrak perekonomian Jawa Tengah.
“Saya sadar
betul ketika mencetuskan program ini. Ada keterbatasan anggaran yang menjadi
kendala. Bukan saja pada APBD Provinsi, tapi juga pada anggaran yang dimiliki
Kabupaten/Kota,” ujarnya.
“Duite ora
cukup. Tapi spirit politik yang harus
kita dorong adalah dengan meningkatkan anggaran terlebih dahulu,” tambahnya.
Dijelaskan
Ganjar, tahun 2014 nanti telah ada anggaran sedikitnya Rp 755 miliar untuk
menstimulus kabupaten/kota dalam mendorong peningkatan infrastruktur. Selain
itu, juga ada anggaran untuk desa yang jumlahnya mencapai Rp 435 miliar.
Sehingga secara keseluruhan tersedia anggaran hingga Rp 2,1 trilyun. “Saya mohon
khusus untuk infrastruktur,” tandasnya.
Bupati
Sukento juga diminta oleh Gubernur untuk segera merealisasikan rencana
peningkatan Pangkalan Udara Wirasaba menjadi Bandara komersial. Dari komunikasi
yang dibangun Gubernur dengan Dirjen Perhubungan Udara, telah diperoleh “lampu
hijau” untuk segera membangun bandara
itu.
Ganjar
meminta Bupati Sukento untuk membuka kembali file 2006, dan segera
dikomunikasikan dengan jajaran TNI AU Wirasaba guna membuat pola kerjasamanya.
Setelah pola kerjasama itu selesai, gubernur berjanji akan kembali bertemu
Dirjen Perhubungan Udara guna membuat
rencana aksi untuk eksekusi.
“Ora usah
suwe-suwe. Saya targetkan Januari nanti pola kerjasama itu sudah selesai,”
katanya.
Rencana
pembangunan bandara Wirasaba telah bergulir sejak 2006, saat kepemimpinan
bupati Triyono Budi Sasongko. Rencana itu bahkan didukung oleh para bupati se
Barlingmascakeb bahkan oleh kabupaten Pemalang, Wonosobo dan Tegal.
Saat ini,
lanjut Ganjar, pemprov Jateng sebenarnya tengah mendorong pembangunan tiga bandara. Yakni
Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Karimunjawa dan Wirasaba. Kalau tiga
bandara ini terlaksana, maka daya ungkit untuk percepatan pembangunan Jateng
akan sangat hebat.
Pekerjaan
rumah lainnya adalah menyongsong tahunpolitik 2014. Gubernur meminta seluruh
kabupaten/kota untuk mensosialisasikan pemilu yang damai dan bermartabat. Seluruh partai politik diharapkan dapat
menjalin komunikasi politik dengan melakukan koordinasi lebih baik lagi. Sehingga
dapat diminimalisir adanya konflik. Termasuk mereduksi praktek-praktek money
politic.
“Saya sudah
konsultasikan kepada Presiden dan Mendagri. Kira-kira sosialisasi khusus untuk
Jawa Terngah adalah Pemilu Piss Bro. Pemilu yang damai,” ujar Ganjar .
Usai
pelantikan Sukento sebagai Bupati Purbalingga, ditempat sama juga dilakukan
pelantikan dan serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten
Purbalingga. Dari ketua lama Hj Sudarli Heru Sudjatmoko kepada ketua baru Hj
Erna Sukento. (Tim Humas/Hr)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !