”Koalisi partai pendukung pasangan Tasdi-Tiwi tak solid. Pasangan SUCI nyaris membuat kejutan”
Pemilihan Kepala
Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga telah usai. Alhamdulilah
berlangsung aman, lancar dan damai. Setelah pemungutan suara, hasil hitung
cepat sudah beredar. Hasilnya, pasangan Cabub – Cawabup, Tasdi dan Dyah Hayuning
Pratiwi (Tasdi-Tiwi) diprediksi sebagai pemenang pilkada Purbalingga, mereka yang
akan menduduki jabatan sebagai R1 dan R2 periode 2016-2021.
Jika melihat peta
kekuatan pasangan Tasdi-Tiwi, sebenarnya tidak mengherankan mereka menjadi
jawara di Pilkada Purbalingga. Pasangan Tasdi-
Tiwi didukung oleh koalisi gemuk PDI Perjuangan – Gerindra – PKS - NASDEM, plus PPP dan GOLKAR serta partai-partai
kecil seperti PBB, PKPI dan Perindo. Kemudian, Tasdi juga wakil bupati incumbent dan Tiwi adalah putri mantan
Bupati Triyono Budi Sasongko yang memiliki masa pendukung cukup banyak di
Purbalingga. Kekuatan finansial dan jejaring mereka juga lebih tebal
dibandingkan lawannya.
Sementara pasangan
Sugeng dan Sucipto atau lebih dikenal dengan SUCI ’hanya’ didukung PKB, Partai
Demokrat dan HANURA. Sugeng juga relatif
kurang dikenal di masyarakat. Sementara, Sucipto tokoh tua PDI Perjuangan yang
sudah lewat eranya. Mereka pun baru mendaftar di ’injury time’ dan bahkan dicurigai hanya sebagai pasangan pelengkap
yang tidak berniat serius terjun di Pilkada atau dalam istilah Purbalingga
disebut ’Bagongan’. Namun, kata Bagongan
ini justru menjadi tagline mereka
dengan menamakan diri sebagai Pasangan Bagong Suci akronim dari Bakal Njagong
Sugeng Sucipto.
Jadi sebenarnya
pertarungan yang tak imbang dalam pilkada Purbalingga. Mari kita lihat
hitung-hitungan suara diatas kertas dari kedua pasangan tersebut. Modal suara Tasdi-Tiwi dari partai koalisi berdasarkan
perolehan di pemilihan legislatif 2014 hampir tiga kali lipat dari SUCI. Tasdi-Tiwi didukung PDI Perjuangan 119.367
suara, Partai Gerindra 68.617 suara, PAN 33.452 suara, PKS 38,523 suara dan
NASDM 22.208 suara yang jumlahnya sudah mencapai 282.167 suara. Jika ditambah
partai-partai yang menyatakan dukungan seperti PPP, Golkar, PKPI, PBB dan
Perindo maka suara mereka sudah mencapai lebih dari 300 ribu. Sementara, SUCI
didukung PKB 56.240, Partai Demokrat 32.999 dan HANURA 21.632 atau hanya
110.871 suara.
![]() |
| Hasil Quick Count Pilkada Purbalingga (Istimewa) |
Jika melihat data
tersebut, seharusnya Tasdi-Tiwi menang mudah dalam Pilkada Purbalingga. Akan
tetapi, pada kenyataanya pertarungan Pilkada Purbalingga berlangsung cukup alot.
Hal itu tercermin berdasarkan hasil hitung cepat yang melaporkan Tasdi Tiwi ’hanya’
meraup suara 228.265 (55 %) dan SUCI 190.277 (45 %). Jadi, ada sekitar 80 ribu suara dari partai
pendukung pasangan Tasdi-Tiwi yang lari. Sebaliknya, SUCI mendapatkan tambahan
80 ribu suara. Selisih suara yang cukup tipis dan pasangan SUCI bisa dibilang
hampir saja membuat kejutan.
Dengan demikian,
bisa disimpulkan jika sebenarnya koalisi pasangan partai pendukung Tasdi – Tiwi
tidak lah solid. Hal itu juga sejalan dengan analisis Yudhia Patriana, Direktur
Esekutif Mandat Purbalingga. ”Ada kemungkinan beberapa mesin yang tergabung dalam
koalisi Tasdi-Tiwi tidak bekerja dan berjalan secara efektif,” katanya kepada
Kabare Bralink.
Pilkada sudah
usai. Pasangan SUCI juga sepertinya sudah legowo dengan hasil yang didapatkan. Toh,
setidaknya, mereka kalah dengan cukup terhormat. Hasil ini juga mencerminkan
bahwa pilkada memang lebih melihat figur dibandingkan dengan partai pendukungnya.
Hal ini bisa menjadi pelajaran dan peluang bagi calon alternatif pemimpin Purbalingga
untuk mempersiapkan diri pada 2021 mendatang.
Oh ya, angka
golput pada pilkada Purbalingga ternyata juga sangat tinggi, mencapai 295.627
suara. Jauh mengungguli perolehan sang
pemenang. Jadi sebenarnya para golput inilah pemenangnya, sayang mereka tak bisa memimpin Purbalingga.
Salam Mendoan
(Kabare Bralink)


Sing sing golput, mbok kayak kue sedulur?
ReplyDeletesing penting PILKADA wis rampung, aman, ora ana rusuh-rusuhan, Salam Hormat buat pasangan No.2 Bagong Suci yang legowo dengan hasil perolehan suara. Anda kalah dengan TERHORMAT.
ReplyDelete