"Eh, Kemarin aku baru saja ke telaga bagus dan alami di Desa Karangcegak, Kutasari lho, " kata temanku saat 'break' kantor siang hari itu. Dia pun segera menambahi dengan kata-kata promosi begitu melihat aku antusias menyambutnya.
Perjalanan
dari pusat kota Purbalingga ke telaga yang terletak di Dukuh Telaga, Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari itu
kurang lebih memakan waktu 20 menit. Setelah memasuki Desa Karangcegak, sepeda
motor kita melaju di jalan desa yang kanan kirinya terhampar sawah menghijau.
Semakin dekat ke telaga, jalanan semakin sempit dan bahkan jalan setapak
pematang sawah yang hanya bisa dilalui satu motor. Temanku memang sengaja
memilih rute yang cukup menantang kali ini.
Sampai di
telaga yang diberi nama Situ Tirtamarta promosi temanku tentang keindahan
telaga itu ada benarnya. Melihat air mengalir jernih nan alami memenuhi kolam
seluas lapangan voli yang dikelilingi batu itu aku tidak tahan untuk
berlama-lama berdiam diri. Langsung saja motor ku parkir ditepi telaga, copot
baju dan byurrrr....
Memang
sangat menyegarkan! Air yang keluar dari celah batu memberikan sensasi 'fresh
and natural'. Aku pun berenang kian kemari. Ikan warna-warni yang ada di dalam
telaga pun tampak genit, menggoda minta didekati. Namun, ketika kudekati
langsung sigap berlari.
Lelah berenang, batu yang besar yang menyembul
ditengah telaga bisa menjadi tempat istirahat sementara sambil kaki-kaki
bermain di dalam air. "Beban pekerjaan rasanya berkurang dan badan menjadi
fresh lagi," kata Dwi temanku melontarkan komentar usai berenang di telaga
itu. Usai berenang, sajian ketupat ayam kampung yang tak jauh dari telaga
menyempurnakan hari itu.
Sayangnya
telaga eksotis tersebut belum dikembangkan secara optimal. Kolam hanya
dikelilingi batu-batu alami. Luasnya juga hanya cukup untuk sekitar 20 orang
jika ingin berenang nyaman. Fasilitas pendukung juga tidak tersedia dengan
baik.
Padahal,
potensi telaga itu cukup besar untuk dikembangkan menjadi obyek wisata
alternatif di Purbalingga. Meksi tidak ada promosi besar-besaran, telaga itu
cukup ramai. "Pada hari libur pengunjung bisa mencapai 400an sehari,"
kata kata Narsin, Ketua Paguyuban Situ Tirtamarta.
Lahan
pengembangan juga cukup luas untuk ekspansi jika situ tersebut akan
dikembangkan lebih lanjut. Potensi debit airnya juga melimpah dan tidak pernah
kering sepanjang musim. Letaknya juga tak jauh dari Obyek Wisata Air Bojongsari
(Owabong) dan Aquarium Raksasa Purbasari yang sudah kondang menjadi ikon
Purbalingga.
Situ
tersebut juga ramai dikunjungi pada hari-hari tertentu oleh orang yang
mempunyai tujuan khusus. "Kalau malam Jum'at kliwon ratusan orang yang
datang dari berbagai kota seperti Tegal, Banjarnegara, Purwokerto, Pemalang
sampai Cirebon," kata Narsin. Menurutnya, orang-orang tersebut meyakini
jika mandi rutin di situ tersebut dengan niat yang baik maka keinginannya akan
dikabulkan.
Paguyuban
yang dipimpin Narsin, saat ini juga sedang melakukan berbagai usaha untuk
mengembangkan situ tersebut. "Kami membutuhkan investor untuk pembangunan
pariwisata alam Situ Tirtamarta," katanya. Situ tersebut, kata dia, bisa
dikembangkan menjadi rest area berbasis alam, water park, tempat outbound,
camping ground, kolam pemancingan dan wisata edukatif lainnya.
Namun,
sembari menunggu investor yang tak kunjung datang paguyuban juga tidak tinggal
diam. Saat ini, dengan mengandalkan uang dari jasa parkir dan sewa ban sudah
mulai dilakukan berbagai perbaikan. "Yang utama kita ingin memperluas
kolam dan memperbaiki fasilitas MCK," katanya.
Untuk
berkunjung ke telaga tersebut memang paguyuban yang mengelola kawasan tersebut
tidak menarik tiket. Pengunjung hanya dipungut uang parkir kendaraan bermotor
dan mengisi kotak amal seikhlasnya.
Geh, wis
gratis, seger maning!Sagi pada gegean maring lah maring Situ Tirtamarta.
Byurrr...


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !