![]() |
| Pelepasan Balon Sebagai Tanda Dimulainya Pencanangan Dusun Pasren Sebagai Kampung KB |
PURBALINGGA
– Keluarga Berencana atau yang sering dikenal dengan istilah
KB, saat ini masih ada sebagian yang asing karena mereka takut
menggunakannya. Kalaupun mereka sudah tahu, banyak yang tidak
melakukan KB untuk merencakan jumlah anak mereka. Banyak diantaranya
yang enggan datang ke bidan karena jauh, apalagi ke klinik maupun ke
rumah sakit.
Untuk
itu, Pemerintah Purbalingga, mencanangkan Dusun/Kampung Pasren, Desa
Bajong Kecamatan Bukateja sebagai kampung Keluarga Berencana (KB).
Pencanangan Dusun Pasren yang secara resmi dilakukan oleh Penjabat
Bupati Purbalingga Budi Wibowo, Rabu (27/1), hal ini bertujuan
meningkatkan peran tokoh agama dalam pengelolaan program
Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kepedulian pimpinan wilayah
tentang keberhasilan program KKBPK serta meningkatkan capaian program
KKBPK dan menjadikan program itu sebagai budaya.
Dalam
sambutannya, Penjabat Bupati Purbalingga, mengatakan bahwa
pencanangan Kampung KB merupakan tidak lanjut dari dari pencananangan
yang sudah dilakukan oleh presiden Jokowi di Kota Cirebon beberapa
waktu lalu. Selain itu, pencanangan tersebut diharapkan tidak hanya
sekedar berhenti sampai pada tataran kegiatan tersebut.
“Namun
kegiatan ini hendaknya diikuti dengan berbagai langkah nyata,
sehingga apa yang menjadi maksud kegiatan tersebut dapat terwujud,”
tuturnya.
Pj.
Bupati menambahkan, agar program tersebut dapat disinergikan dengan
berbagai program di sektor lainnya, seperti sektor pendidikan,
kesehatan, agama, lingkungan dan lain sebagainya. Sehingga hal
tersebut akan meningkatkan kualitas hidup dalam rangka mewujudkan
keluraga kecil yang berkualitas. Kegiatan tersebut, juga jangan hanya
dimaknai sebagai seremonial saja, akan tetapi juga ditujukkan untuk
meningkatkan jumlah peserta KB modern serta meningkatkan ketahanan
keluarga melalui kegiatan program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina
Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Pusat Informasi
Dan Konseling Remaja (PIKR).
“Kegiatan
tersebut juga untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga serta
menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga dan meningkatkan
derajat kesehatan pada umumnya,” ungkapnya.
Penjabat
Bupati juga meminta agar pencanangan tersebut juga harus diikuti
peran serta dan kepedulian dari semua pihak termasuk lembaga non
pemerintah. Semua unsur terkait seperti dunia usaha/perusahaan juga
dituntut ikut mensukseskan program tersebut. Perusahaan juga diminta
memberikan edukasi kepada karyawannya untuk ikut berperan serta
mendampingi, memfasilitasi dan membina program tersebut.
“Dalam
upaya mengembangkan program KB, perlu dukungan dari semua pihak,
termasuk dari kalangan dunia usaha. Karena tugas mensejahterakan
masyarakat melalui program KB bukan hanya tugas pemerintah saja,
namun dunia usaha juga dituntut ikut mendukung program tersebut.
Dinas terkait juga saya minta mensosialisasikan kepada
perusahaan-perusahaan terkait hal tersebut,” pintanya.
Selain
itu, diharapkan kedepannya agar masyarakat yang belum menggunakan
alat KB aktif modern untuk ditingkatkan. Peran dari tim pengelola KB
di desa di bawah kendali kades dan penyuluh KB supaya ditingkatkan.
Aparatur desa juga untuk turut aktif berperan dan menggiatkan
kegiatan tersebut. Hal tersebut untuk menepis adanya pandangan
negatif tentang KB modern seperti MOW (Metode Operasi Wanita) dan
MOP (Metode Operasi Pria).
(Kabare
Bralink/Hms)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !