PURBALINGGA
– Dalam menuntut ilmu, tidaklah harus di bidang akademik saja.
Namun, harus melakukan tindakan-tindakan nyata untuk lingkungan
sekitar. Hal itu bisa dilakukan dengan cara membantu beberapa daerah
yang tertinggal atau pun memberikan informasi kepada masyarakat luas.
Untuk itu, mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
Purwokerto melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata (Kukerta) di
Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 137 mahasiswa melaksanakan kukerta
yang terbagi dalam 11 (sebelas) kelompok. Masing-masing kelompok
tersebut ditugaskan di Kecamatan Mrebet (1 kelompok), Kecamatan
Kutasari (1 kelompok), Kecamatan Kalimanah (3 kelompok) dan paling
banyak 6 kelompok untuk Kecamatan Karangjambu.
Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Setiyadi mengatakan
bahwa banyaknya kelompok yang ditugaskan di Kecamtan Karangjambu
untuk memotivasi mahasiswa agar pengalaman yang didapat pada daerah
yang mempunyai keterbatasan menjadikan pemikiran-pemikiran inovatif
untuk membangun menjadi lebih baik.
“Karena
menurut Nugroho Notosusanto, mahasiswa dan lingkungan pendidikannya
bukanlah menara gading yang terlalu berjarak dengan masyarakat,”
kata Setiyadi. Ditambahkan Setiyadi bahwa kukerta adalah media
pendidikan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Kukerta
atau yang lazim disebut KKN ini akan berlangsung mulai tanggal 22
Januari 2016 sampai dengan 22 Februari 2016. Wakil 1 Rektor Unsoed
Masyedi Sumaryadi mengatakan mahasiswa yang mengikuti kukerta agar
cepat beradaptasi dan mudah berinteraksi dengan masyarakat, karena
diharapkan mahasiswa adalah inovator masyarakat.
“Semoga
mahasiswa yang melaksanakan kukerta kali ini benar-benar
menjalankannya dengan baik dan memperoleh hasil maksimal sebagai
bentuk kewajibannya mencurahkan ilmu yang telah diperolehnya di
bangku kuliah,” kata Masyedi.
Serah
terima peserta kukerta dilaksanakan di Pendapa Dipokusumo (19/01)
diterima Pj. Bupati Purbalingga Budi Wibowo. Dalam pesannya Budi
Wibowo mengharapkan agar mahasiswa tanggap kondisi di lapangan.
“Pasca
Pilkada di Purbalingga, agar menghindari hal-hal sensitif yang
menimbulkan suasana kurang kondusif agar tercipta sinergitas yang
baik dengan masyarakat,” kata Budi.
Budi menambahkan agar mahasiswa juga mampu membimbing generasi
muda di tempatnya melaksanakan kukerta sehingga mampu menggerakkan
motivasi membangun lingkungan sekitarnya. Dalam kuliah kerja nyata
kali ini diharapkan para mahasiswa mampu cepat beradaptasi,
berinteraksi dan tetap menjaga kewaspadaan dari pengaruh-pengaruh
paham atau organisasi terlarang yang ditemui di masyarakat.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !