PURBALINGGA
- Untuk lebih memaksimalkan hasil asssement yang dilakukan tim
pemerintah kabupaten (pemkab) agar mantan anggota Gafatar dapat
kembali kemasyarakat dengan baik tanpa adanya masalah dengan
masyarakat. Pemkab Purbalingga akan memperpanjang masa karantina
bagi mereka.
“Yang
menjadi kekhawatiran kita adalah adalah, kaalu mereka langsung
diserahkan kepada masyarakat, akan terjadi banyak masalah,” tutur
Penjabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo saat memberi pengarahan pada
Rapat Penanganan Mantan Aggota Gafatar di Ruang Rapat Bupati kompleks
Setda Purbalingga, Senin sore (1/2) yang diikuti pimpinan
Forkompinda, Camat, dan Kades yang wilayahnya ketempatan mantan
agggota Gafatar.
Menurut
Budi, berdasarkan pengamatan dan hasil sementara assessment yang
dilakukan oleh tim, baik selama di asrama Donohudan maupun di
penampungan BBI Purbalingga, kalau mereka memang benar-benar anggota
Gafatar. Dari pengamatan yang sudah dilakukan, diantara mereka tidak
ada yang melaksanakan shalat , tidak berdoa ketika akan makan dan
lain sebagainya. Sedangkan mereka juga masih mempunyai sifat percaya
diri (PD) yang tinggi dan ketika ditanya jawabanya juga cukup ketus
serta cara berkomunikasinya tidak baik. Hal tersebut yang menjadi
kekhawatiran pihaknya untuk melepas mereka ke masyarakat, sehingga
masa karantina harus diperpanjang.
“Untuk
itu, kita tahan selama tiga hari, kalau tiga hari tidak cukup kita
tambah satu hari dan maksimal lima hari. Karena sesuai dengan
kemampuan serta dukungan dari Dinsos untuk bantuan sosial maksimal
lima hari,” terangnya.
Untuk
itu, waktu yang ada tersebut agar dimaksimalkan, sedang di satu
sisi, tim dari pemkab mulai dari Kesbangpol, Satpol PP, FKUB dan MUI
akan melakukan assessment semaksimal mungkin. Sedangkan assessment
dilakukan untuk mengetahui kondisi serta jatidiri para mantan
anggota Gafatar mulai dari siap dirinya, apa itu Gafatar, apa yang
terjadi di sana (Kalimantan). Hal tersebut agar dapat diketahui, agar
pihak pemkab tahu kedepan apa yang harus dilakukan.
Begitu
juga dengan keberadaan anak mantan anggota Gafatar, pemerintah pusat
menginstruksikan agar mereka segera disekolahkan. Namun pihaknya juga
tidak begitu saja melepas mereka ke sekolah amsing-masing. Mereka
harus di assessment , untuk mengetahui kondisinya. Hal tersebut untuk
mengetahui serta apa yang telah terjadi terhadap anak-anak selama
mereka di Kalimantan.
“Mungkin
disana mereka sudah dikasih sesuatu, dicekoki dengan sesuatu serta
diajak dan dikasih gambar yang menyimpang dari yang seharusnya,”
ujarnya.
Ada
sejumlah mantan anggota Gafatar dari Purbalingga sebanyak 103 orang,
terdiri dari laki-laki jumlahnya 51 orang perempuan 52 orang.
Untuk usia dewasa 54 remaja 24 orang anak-anak dibawah usia 10
diatas 3 tahun ada 19 anak, dan enam bayi. Namun ada 32 yang bukan
warga Purbalingga. Kondisi ini dalam assesment dan akan ditanya
apakah mereka akan kembali ke Purbalingga atau ke tempat lain.
Berdasarkan
data awal, menunjukkan ada eks anggota Gafatar akan menampung para
mantan anggota Gafatar. Sejauh mana mereka akan menampung, apakah
akan seterusnya, Pemkab akan terus memantau. Bagi yang tidak punya
harta apa-apa lagi akan dicarikan saudaranya. Alternatif lainnya,
akan diserahkan ke saudaranya di Purbalingga. Dari hasil assesment
akan diketahui alamat saudaranya siapa, alamatnya dimana lalu akan
crosscek dengan data kependudukan yang ada, dan tim akan
mengirimkan menuju keluarga tersebut bersama camat dan kades.
Selanjutnya akan diadakan negosiasi agar keluarga mantan anggota
Gafatar yang akan bergabung dapat menerima.
“Mereka
harus kita antar, sehingga ketika masuk kemasyarakat dalam kondisi
yang baik juga,” tuturnya.
Sedangkan
program Pemkab kedepan, bagi mereka yang ketempatan warga/keluarga
Gafatar akan dibantu dari bantuan sosial. Bantuan tersebut akan
menajdi program Pemkab ada dua pilihan, yaitu bantuan sosial yang
direncanakan harus sudah masuk dalam KUA PPAS sebelum tahun anggaran
dimulai dan yang tidak direncanakan yang artinya untuk mengatasi
persoalan sosial harus segera diatasi, dan dimungkinkan menggunakan
dana tersebut. Dan rencana program berikutnya adalah Pemkab akan
memberdayakan mereka dalam kegiatan ekonomi produktif dari SKPD yang
ada, agar mereka punya kemampuan dan ketrampilan.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !