PURBALINGGA
– Bupati Purbalingga Tasdi kembali dibuat kecewa saat melakukan
sidak apel pagi di komplek Kantor Dinas Perindustrian Perdagangan dan
Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga. Pasalnya hingga waktu bekerja
pukul 07.15, dari 62 karyawan Dinperindagkop baru 18 orang yang hadir
mengikuti apel pagi. Bupati bahkan sempat menghentikan apel beberapa
menit untuk menunggu karyawan yang belum hadir sampai akhirnya
memerintahkan kepala Dinperindagkop untuk menghubungi stafnya agar
segera mengikuti apel pagi. Di akhir apel sekira pukul 08.10 pegawai
yang hadir tercatat mencapai 41 orang.
“Di
Setda awalnya juga begitu. Kemarin di DPU yang terlambat 44 orang.
Pagi ini di Dinperindagkop baru 18 yang hadir. Ini artinya revolusi
mental tidak jalan. Pak Wahyu, kalau terus begini perlu evaluasi
tunjangan kinerja sehingga lebih tepat sasaran,” ujar Bupati saat
memberikan pengarahan pada Apel Pagi jajaran Dinperindagkop, di
halaman kantor setempat, Senin (21/3).
Bupati
yang datang bersama Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wahyu Kontardi
dan Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Widiyono,
menekankan agar seluruh jajaran memahami substansi revolusi mental
yang diprogramkan Presiden Joko Widodo. Diantaranya menyangkut
Integritas, Loyalitas, Dedikasi, Kejujuran dan Etos Kerja.
Bupati
menjelaskan, dalam memimpin Purbalingga periode 2016-2021, dirinya
bersama Wabup memiliki slogan Kerja Cerdas, Kerja Keras, Kerja
Ikhlas. Kerja cerdas yang dimaksud, semua jajaran harus memahami
aturan yang berlaku, rule of the law, rule of the track, rule of
the game. Kerja keras bukan berarti ngomongnya yang keras,
tetapi Titis (sesuai sasaran), Tatas (rampung) dan Tetes
(menghasilkan sesuatu). Sedangkan Kerja Ikhlas adalah bekerja dengan
dilandasi unsur spiritual. Tidak hanya untuk kepentingan dunia tetapi
juga untuk kepentingan akhirat. Sehingga setiap gerak kerja kita
senantiasa diniati ibadah.
“Mohon
itu semua bisa diterapkan di semua SKPD termasuk di Dinperindagkop
ini,” katanya.
Tasdi
juga meminta seluruh jajaran di lingkungan pemkab Purbalingga dapat
mengubah mindset atau pola pikir yang dapat mempengaruhi pola kerja
dengan bekerja dari hal-hal yang kecil, mulai dari kedisiplinan
kerja, pakaian dinas dan menciptakan lingkungan kerja yang
menyenangkan.
“Sebulan
bekerja saya sudah mengeluarkan 10 surat edaran. Intinya untuk
menjadikan aparatur yang professional dan mampu memberikan pelayanan
yang maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Seperti
biasanya, acara silaturahmi dalam kegiatan apel pagi dimanfaatkan
Bupati untuk memberikan sosialisasi visi dan misi yang akan
dijalankan dalam memimpin kabupaten Purbalingga ke depan. Diantara
misi yang ada, keberadaan SKPD Dinperindagkop sangat penting terutama
dalam menunjang misi yang kelima yakni meningkatkan pertumbuhan
ekonomi kerakyatan melalui pengembangan simpul-simpul ekonomi
kerakyatan, infrastruktur yang berpola kemitraan, menciptakan
kondusifitas investasi serta mewujudkan pengembangan potensi-potensi
daerah.
“Satu
sisi kita ingin mendatangkan investor tetapi di sisi lain kita juga
ingin mengembangkan potensi lokal Purbalingga. Di sinilah
Dinperindagkop harus hadir. Dinperindagkop harus mempunyai
program-program unggulan di semua bidang,” jelasnya.
Di
Purbalingga saat ini terdapat 20 unit pasar pemda. Selain Pasar
Segamas, pasar lainnya masih perlu dikembangkan. Dia berencana
melakukan revitalisasi seluruh pasar tradisional di Purbalingga
supaya dapat mengimbangi keberadaan pasar-pasar modern yang lebih
cepat berkembang.
“Tiap
tahun harus ada revitalisasi pasar tradisional. Tahun ini Pasar
Bobotsari harus selesai, Desember nanti harus sudah saya resmikan.
Kemudian berikutnya Pasar Panican, Kutasari, Bukateja dan
Karanganyar,” katanya.
Menyangkut
pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bupati juga
meminta lebih ditingkatkan lagi, bukan hanya gebyarnya tetapi
benar-benar menyentuh pertumbuhan dan pemerataan ekonomi rakyat.
Secara khusus, politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar gedung
Griya UMKM dapat difungsikan lebih maksimal dengan dilengkapi
showroom produk UMKM. Begitu juga UPT Logam yang dimiliki
pemkab juga harus dikembangkan fungsinya.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !