PURBALINGGA
– Larangan terhadap CLC Purbalingga untuk memutar film di Graha
Adiguna kompleks Pendapa Bupati oleh Pemerintah Daerah Purbalingga
pada tahun 2006, melahirkan program layar tanjleb dengan
tujuan mendekatkan film pendek kepada masyarakat. Bahkan, layar
tanjleb menjadi program unggulan di setiap penyelenggaraan Festival
Film Purbalingga (FFP).
Festival
film yang tahun ini memasuki tahun ke-10, selama hampir sebulan, akan
berkeliling 20 desa seantero Banyumas Raya, yaitu Purbalingga,
Banjarnegara, Banyumas, dan Cilacap dengan keterlibatan kelompok
pemuda yang mengelola program. Pada program ini akan diputar film
Indonesia panjang serta pendek.
Pengelola
FFP Asep Triyatno mengatakan, pada FFP 2016 yang akan digelar 30
April-28 Mei 2016 ini, lokasi layar tanjleb berdasarkan usulan warga
Banyumas Raya.
“Bagi
siapa yang tertarik bekerja sama, desa atau wilayahnya dijadikan
lokasi, silakan mengirim nama, alamat lengkap, dan nomor seluler
kepada kami untuk kemudian kami survey,” jelasnya.
Baca juga : Ayo, Ikuti Gelaran Festival Film Purbalingga
Data
berupa nama, alamat lengkap, dan nomor seluler, dapat dikirim ke
nomor seluler 085642809356 atau media sosial facebook Festival Film Purbalingga, twitter @festfilmpbg, instagram Festival
Film Purbalingga. Sementara informasi selengkapnya bisa dibuka
lewat situs www.clcpurbalingga.id.
Program
layar tanjleb di festival satu-satunya yang berkelanjutan di
Kabupaten Purbalingga ini rencananya memutar film Indonesia lawas
dengan proyektor 16 mm.
“Nantinya,
warga tidak hanya akan mengenang layar tanjleb masa silam secara
lebih dekat, namun bagi generasi sekarang sekaligus pengetahuan
bagaimana teknologi berkembang cepat,” tukas Asep.
(Kabare
Bralink/clc)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !