PURBALINGGA
- Kaum remaja di era digital ini menghadapi permasalahan sosial yang
kian kompleks. Mereka tidak hanya menghadapi tuntutan akademik yang
berat, namun juga diancam oleh bahaya narkoba dan pergaulan bebas.
Ketua
Karangtaruna Wirabumi, Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Agung
Sunarko berkata, kondisi kaum muda di Purbalingga semakin miris.
"Masalah
remaja saat ini harus disikapi secara bijak dan aplikatif," kata
Agung.
Ia
mengatakan itu ketika pembukaan Sosialisasi Pusat Informasi dan
Konseling Remaja (PIK-R) di Balai Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari,
Minggu 20 Maret 2016. Lebih dari 50 anggota PIK-R di Kabupaten
Purbalingga ikut agenda sosialisasi yang disambung outbond itu.
Kepala
Desa Majapura, Retno Hendarwati juga mengaku prihatin ketika melihat
fenomena anak umuran SMP yang sudah punya anak kecil.
"PIK-R
diharapkan bisa menjadi tempat untuk remaja melakukan kegiatan
positif," kata Retno.
Kepala
Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP)
Purbalingga drg. Hanung Wikantono menyebut, keberadaan PIK-R memang
dirancang sebagai ruang bagi remaja untuk melawan pergaulan bebas,
narkoba dan pernikahan dini.
"Tiga
masalah ini menjadi konsen pemerintah kabupaten, melalui BKBPP,"
sambung Hanung. Masalah sosial ini juga akan coba ditangani oleh
Bupati Tasdi dan Wabup Tiwi.
Kabid
KS BKBPP, Teguh Indriyono menambahkan, pengurus dan anggota PIK-R
dirancang tak hanya mengetahui bahaya seks bebas, narkoba dan nikah
dini. Akan tetapi diarahkan untuk menjadi tutor sebaya.
Kegiatan
PIK-R tidak hanya teori dan sosialisasi, tetapi memang harus
dikembangkan menjadi kegiatan yang aplikatif.
"Akan
semakin baik memang jika karangtaruna bisa melakukan pembinaan dan
berjalan bersama PIK-R," kata Teguh.
(Kabare
Bralink/Istimewa)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !