![]() |
| Catur Wibowo dari Kemenpar saat memberikan penjelasan |
PURBALINGGA
– Diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
menuntut proesionalisme dalam berbagai bidang, tak terkecuali
kepemanduan wisata. Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi
Pengembangan SDM Kepariwisataan terus berupaya meningkatkan SDM
pelaku wisata yang berstandar.
“Dalam
menghadapi persaingan MEA, tantangan Indonesia salah satunya adalah
pembenahan SDM pelaku wisata melalui sertifikasi. Para pemandu wisata
harus memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) Kepemanduan
Wisata (Tour Guide),” kata Catur Wibowo, tenaga
Fungsional dari Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Kementerian
Pariwisata, Sabtu (5/3).
Catur
mengungkapkan hal tersebut pada kegiatan fasilitasi Sertifikasi
Kompetensi Bidang Kepemanduan Wisata di ruang pertemuan Toyosukha
Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuranmas, Purbayasa Purbalingga.
Kegiatan tersebut hasil kerjasama ASDEP Pengembangan SDM
Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, LSP (Lembaga Sertifikasi
Profesi) Pramindo – BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora)
Purbalingga. Kegiatan tersebut diikuti 110 pemandu wisata dari
Purbalingga, Pekalongan, Banyumas, Cilacap dan Magelang.
![]() |
| Para peserta yang ikut terdiri dari berbagai kota, termasuk Purbalingga |
Catur
Wibowo mengatakan, sebagai bagian liberalisasi bidang pariwisata
ASEAN, Indonesia telah ikut menandatangani kesepakatan bersama yang
tertuang dalam ACCSTP (ASEAN Common Competency Standard for
Tourism Professionals). Kesepakatan ini menuntut tenaga
pariwisata Indonesia harus memenuhi kriteria standar tersebut.
“Artinya, tenaga di bidang pariwisata yang telah memiliki
sertifikat kompetensi bisa bekerja di negara-negara se-ASEAN,”
katanya.
![]() |
| Penjelasan per kelompok sebelum mengikuti Uji Kompetensi |
Dalam
kesempatan yang sama, Rony Kustian dari LSP Pramindo Jakarta
mengungkapkan, berdirinya LSP Pramindo merupakan hasil kerja keras
para pengurus DPP HPI (Dewan Pimpinan Pusat Himpunan
Pramuwisata Indonesia) yang berkomitmen untuk memiliki
sendiri Lembaga Sertifikasi yang khusus menangani bidang kepemanduan
wisata. Seiring dengan perkembangan dunia pariwisata Indonesia yang
semakin berkembang dan maju, LSP Pramindo ditantang atau tertantang
untuk memperluas ruang lingkup bidang garapnya di luar kepemanduan
wisata. Kini LSP Pramindo telah memiliki enam ruang lingkup yakni
Kepemanduan wisata, Pengatur Wisata (TL), kepemanduan gua,
kepemanduan museum, kepemanduan ekowisata, outbond (fasilitator
experiential learning).
“Bahkan
saat ini sedang diproses untuk menambah empat ruang lingkup lagi,
yakni kepemanduan panjat tebing, kepemanduan arung jeram, tour
operation, dan travel agency sesuai skema ASEAN –ACCSTP,”
katanya.
Rony
menjelaskan, bahwa merujuk pada SKKNI Kepemanduan Wisata, maka
seorang pekerja pariwisata haruslah memahami seluk keluk dunia
pariwisata, utamanya memahami secara seksama apa yang menjadi bidang
garapnya. Memahami bahwa dunia pariwisata adalah komunitas global,
sehingga apa yang menjadi bidang garapnya merupakan bagian integral
dari komunitas global tersebut. Oleh karena itu, seorang pekerja
pariwisata harus berpikir global, meski bertindak lokal.
“Selanjutnya
seorang pekerja pariwisata harus terampil dan mumpuni dalam melakukan
unjuk kerja sebagai seorang profesional. Keterampilan dan kemumpunian
yang meliputi berbagai aspek yang terkait dengan tugas dan
pekerjaannya, secara konseptual maupun teknis,” ujarnya.
Sementara
itu Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora)
Purbalingga, Drs. Subeno, SE, M.Si saat membuka kegiatan tersebut
mengatakan, sertifikat yang diperoleh dari lembaga terakreditasi
resmi bukanlah hanya sekedar bukti fisik semata, namun memiliki
tanggungjawab moral untuk bersikap profesional dalam melayani dan
memandu wisatawan.
“Pelayanan
yang profesional sesuai dengan standar kompetensi itulah yang
merupakan bentuk pertanggungjawaban atas sertifikat yang telah
dimiliki oleh pemandu wisata,” kata Subeno.
(Kabare Bralink/Hms)





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !