PURBALINGGA
– Di tahun 2016, ada yang spesial, pasalnya hari ulang tahun Bupati
dan Wakil Bupati Purbalingga sama-sama jatuh di tanggal 11 April.
Oleh karenanya, dalam momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan
komitmen pemerintahan yang dipimipinnya dalam mengentaskan
kemiskinan. Salah satunya dengan program bedah rumah tidak layak huni
(RTLH) yang telah dianggarkan dalam APBD 2016 sebesar Rp 17 miliar.
“Hari
ini kita melakukan lauching bedah rumah di wilayah kecamatan
Purbalingga bertepatan dengan ulang tahun saya dan bu wakil bupati.
Sambil mengingatkan kita semua bahwa di sekeliling kita masih ada
rumah yang tidak layak huni,” ujar Bupati Tasdi saat meresmikan
bedah rumah milik Satonah dan Poniman, warga RT 2 RW 4 Kelurahan
Purbalingga Lor, Senin (11/4).
Bupati
mengungkapkan, bahwa dari 301.000 KK (kepala keluarga) di kabupaten
Purbalingga, yang telah memiliki rumah hanya sekira 241.000 KK.
Dengan demikian masih ada 61.000 KK yang tidak memiliki rumah.
Diantara yang telah memiliki rumah, masih ada 11,6 persen ternyata
tidak layak huni, atau mencapai 27.000 rumah.
“Kemarin
ada warga yang menghuni kamar mandi, itu bagian dari warga yang harus
kita perhatikan. Itu PR pemerintahan kemarin yang harus kita
selesaikan,” katanya.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati menegaskan kembali komitmennya dalam
mengatasi permasalahan RTLH di Purbalingga.
“Hari
ini saya akan memperjelas komitmen saya supaya genah. Minimal nanti
setiap tahun harus ada 2000 rumah RTLH dipugar. Sekarang sudah
dianggarkan untuk 1700 rumah. termasuk rumah yang kita pugar hari
ini. Nanti di anggaran perubahan minimal tinggal nambahi 300 rumah
lagi atau lebih,” jelasnya.
Bupati
dan Wakil Bupati merasa prihatin karena rumah warga yang hanya
berjarak 300 meter dari Pendapa Dipokusumo kondisinya masih banyak
yang tidak layak. Dari hasil pantauan yang dilakukan dirinya,
rata-rata tiap RT memiliki 10 sampai 11 rumah tidak layak huni,
termasuk masih banyak warganya yang tidak memiliki jamban keluarga.
Sehingga selain bedah rumah, melalui Dinas Kesehatan juga
memprogramkan bantuan untuk jambanisasi masing-masing Rp 600 ribu per
KK.
“Artinya,
komitmen saya dan pemerintahan sekarang memikirkan hal-hal yang
demikian. Semua akan dibantu secara bertahap tiap tahunnya,”
jelasnya.
Bupati
memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan dari Sekda, SKPD hingga
tingkat kades dan lurah untuk berkeliling memanatau kondisi
masyarakat yang ada di wilayahnya. Bupati juga meminta seluruh warga
untuk membantu memuluskan program yang dicanangkan dengan terus
memelihara gotong royong di semua bidang.
(Kabare
Bralink/Hms)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !