Mendapatkan
dukungan dari sekitar 15 ribu supporter dan juga disaksikan langsung
oleh Bupati Tasdi dan Wabup Dyah Hayuning Pratiwi, pemain Persibangga
sebenarnya tampil bagus. Sejak kick off, pemain Persibangga langsung
membombardir pertahanan Persak. Trio penyerang Bilton, Anggi Prabowo
dan Gunaryo berulangkali melakukan manuver dan melakukan serangan
berbahaya. Namun tidak ada yang membuahkan hasil.
Malah,
sesekali Persak mencoba melakukan counter attack yang sempat beberapa
kali membuat pertahahanan Persibangga yang digalanng oleh Inggit
Prayitno dan Bayu Eko sempat kewalahan. Hingga turun minum kedudukan
masih tetap imbang 0-0.
Memasuki
babak kedua, Persak mencuri gol di menit ke 49 melalui sebuah
serangan balik. Ketingggalan satu gol membuat anak-anak asuhan
pelatih Suimin Dihardja tersengat. Serangan bergelombang dilakukan.
Pemain Persibangga di 30 menit terakhir babak kedua bahkan mengurung
pertahanan Persak.
Di
menit ke 79 pemain belakang Persak Deni Aris menyentuh bola di kotak
terlarang. Namun sayang, striker Persibangga Anggi Prabowo yang
menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang tersebut. Tendangannya
melenceng sekitar satu meter di sisi kanan gawang. Padahal kiper
Persak, Fajar sudah salah melakukan antisipasi. Hingga wasit Sabar
meniupkan peluit panjang kedudukan tidak berubah.
Dengan
hasil ini, skuad besutan pelatih Suimin Diharja harus memetik dua
kemenangan di laga selanjutnya, agar bias memenangkan turnamen. Di
laga selanjutnya, Persibangga akan ditantang PSCS Cilacap dan
Persibas Banyumas.
Pelatih
Persibangga Suimin Diharja mengatakan, pola permainan timnya
sebenarnya sudah bagus. Skuad besutannya bahkan mampu mendominasi
sepanjang laga. Namun akibat terlalu bernafsu menyerang, sehingga
melupakan koordinasi lini belakang.
“Kendala
pada penyelesaian akhir. Sehingga banyak peluang terbuang. Ini
menjadi pekerjaan rumah buat kami. Masih ada dua pertandingan lagi,
kami akan berbenah,” jelasnya usai pertandingan.
Dalam
laga tersebut, sedikitnya ada empat peluang yang gagal dimaksimalkan
menjadi gol. Dua peluang disia-siakan oleh Anggi, salah satunya
adalah tendangan penalti yang gagal menemui sasaran. Peluang lainnya
tercipta dari tendangan Bilton yang membentur gawang dan sundulan
Indra Gunawan yang berhasil ditangkap penjaga gawang Persak.
Menanggapi
kemenangan timnya, pelatih Persak Akhmad Badari mengatakan para
pemainnya bermain tanpa beban.
“Kemenangan
ini menjadi surprise. Persibangga main bagus namun tidak bisa
mencetak gol,” katanya.
Sementara
Bupati Tasdi menargetkan, turnamen tersebut mampu menjadi kebangkitan
prestasi Persibangga dan mendorong bergairahnya kembai olah raga di
Purbalingga. Selain turnamen Bupati Purbalingga Cup, Bupati juga
berjanji akan menggelar dua turnamen lainnya. Pada Agustus 2016 bakal
digelar Wakil Bupati Cup yang dikhususkan untuk sepak bola wanita dan
pada Desember kembali digelar Piala Ketua DPRD.
Bupati
bahkan berjanji bakal mendatangkan Persib Bandung ke Purbalingga bila
Persibangga menjuarai turnamen tersebut.
(Kabare
Bralink/Hms)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !