PURBALINGGA
– Untuk mendukung program-program pemerintah daerah, khsususnya
bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM), melalui program
pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diminta menjadi
pelopor program tersebut. Seiring dengan gerakan revolusi mental
Presiden Jokowi, di samping visi misi pemerintah daerah, diharapkan
PGRI menjadi pelopor revolusi mental dan ikut mengatasi permasalahan
yang dihadapi daerah.
“Harapan
saya, PGRI juga menjadi pelopor revolusi mental di segala aspek,
termasuk bidang peningkatan SDM pendidikan. PGRI juga saya minta ikut
mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah,”
pinta Bupati Purbalingga Tasdi di Ruang Rapat Bupati, Senin sore
(4/4) saat beraudiensi dengan PGRI Kabupaten Purbalingga.
Untuk
itu, pihaknya memohon, agar PGRI menjadi pelopor membangun SDM
melalui pendidikan. Karena salah satu menurunya Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) di Purbalingga, adalah rendahnya tingkat pendidikan
atau SDM masyarakat. Menurut bupati, berbagai persoalan yang dihadapi
Kabupaten Purbalingga yang berpengaruh terhadap menurunnya IPM ada
tiga variabel, diantaranya adalah permasalahan pendidikan, ekonomi
dan kesehatan.
Di
bidang kesehatan, angka kematian ibu karena melahirkan di Purbalingga
masih tinggi, yang tahun sebelumnya hanya 14 kasus, saat ini menjadi
20 kasus per 1000 kelahiran. Sedangkan angka kematian bayi yang baru
dilahirkan angkanya agak menuruun, yang pada tahun 2014 lalu 169 saat
ini menjadi 149 per 100.000 kelahiran. Di bidang ekonomi, pendapatan
perkapita masyarakat Purbalingga juga masih rendah, yaitu hanya Rp
540.000 perbulan atau 6,3 juta dalam setahun. Dan untuk bidang
pendidikan di Purbalingga, rata-rata usia sekolah yang sekolah hanya
7,3 tahun, tingkat buta huruf masyarakat sebesar empat persen dan
angka partisipasi kasar (APK) dari jenjang SD, SMP hingga SMA belum
ada yang 100 persen.
“Hal
tersebut, menjadi masalah paling krusial termasuk persoalan
pendidikan yang membuat IPM kita melorot,” kata bupati.
Bupati
menambahkan, bahwa Purbalingga saat, ini IPM-nya di urutan ke 25 dari
35 kabupaten kota se-Jawa Tengah dari tahun sebelumnya pada posisi
20. Di samping masalah kemiskinan yang sebelumnya 20,35 persen dan
pada akhir 2015 turun menjadi 19,75, pengangguran di Purbalingga juga
masih relatif tinggi, yaitu 5,72 persen. Sehingga untuk mendongkrak
IPM berbagai hal akan dilakukan selama kepemimpinannya bersama wakil
bupati kedepan harapannya memfokuskan naiknya IPM naik. Melalui
pembangunan infrastruktur fisik mulai dari jalan, jembatan, serta
proyek lainnya, selain itu juga bagaimana membangun SDM harus
terapkan.
Untuk
mendorong visi misi bupati dalam bidang pendidikan, Ketua PGRI
Kabupaten Purbalingga Sarjono menyatakan, pihaknya bersama jajaran
PGRI se Purbalingga siap berpartisipasi dan mendukung serta berperan
serta mensukseskan visi misi tersebut. Menurutnya, PGRI yang
merupakan organisasi profesi guru, sejak awal didirikan komitmen
bersama pemerintah dalam rangka mencerdaskan bangsa membangun bangsa
membangun NKRI, sehingga kalau NKRI harga mati, PGRI juga harga mati
mencerdaskan anak bangsa terhadap NKRI.
“Kami
siap bermitra dan mendukung visi misi pemerintah daerah serta siap
melaksanakan program-program bidang pendidikan,” tuturnya.
Saat
ini, anggota PGRI di Purbalingga jumlahnya 6700 orang yang terdiri
dari guru TK, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA. Namun jumlah semakin
menurun, karena tiap bulan menyusut sekitar 15 sampai 20 anggota
karena pensiun.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !