PURBALINGGA
– Di tahun 2016, kelulusan tingkat SMA/SMK/MA sudah dilaksanakan
dan diumumkan. Seluruh nilai juga sudah disiarkan kepada seluruh
siswa. Namun, ada sesuatu yang hal yang membuat keceewa. Yaitu,
menurunnya nilai Ujian Nasional (UN) mata pelajaran (mapel) Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1
Bobotsari membuat kecewa Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten
Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi. Walaupun tingkat kelulusan UN
mencapai 100 persen untuk semua jenjang SMA di Kabupaten Purbalingga,
namun untuk nilai mapel IPA tahun ini di SMAN 1 Bobotsari malah
mengalami penurunan yang signifikan.
“Secara
keseluruhan, untuk mapel IPA di SMAN 1 Bobotsari mengalami penurunan
yang cukup signifikan, selain itu, dari sisi akademik siswa siswi.
Namun untuk mapel Imu Pengetahuan Sosial (IPS) malah mengalami
kenaikan peringkat,” kata Kadindik saat memberikan sambutan pada
Pelepasan Siswa Siswi SMAN 1 Bobotsari di Bale Apoeng Rabu (11/5).
Kandindik
meminta, agar pihak sekolah dan tenaga kependidikan di SMAN 1
Bobotsari melakukan evaluasi menyeluruh kegiatan belajar mengajarnya
apa yang menyebabkan menurunnya nilai siswanya. Kadindik juga meminta
kepada siswa siswi sekolah tersebut agar tidak bersedih dan patah
semangat, namun harus dijadikan cambuk untuk lebih giat belajar.
“Kalian
tidak usah bersedih dan patah semangat, tapi itu semua harus
dijadikan cambuk untuk lebih meningkat lagi di tahun-tahun
mendatang,” tuturnya.
Terkait
dengan telah selesainya pelaksanaan UN tingkat SMA di Kabupaten
Purbalingga, untuk perayaan kelulusan yang akan datang, agar ungkapan
kelulusan diwujudkan dengan kegiatan yang bermanfaat/positif tanpa
arak-arakan/konvoi dan corat coret. Kegiatan positif yang perlu
ditiru saat perayaan kelulusanUN SMA adanya kegiatan kerja bakti
membersikan sungai, memberikan sebagian rezeki kepada yang
membutuhkan dan kegiatan positif lainnya.
Pelaksanaan
Ujian Nasioan (UN) di Kabupaten Purbalingga mendapat pantauan dan
sorotan dari berbagai kalangan. Dan saat ini berbagai tim dari
Pemerintah Pusat mulai dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan,
Inspektorat Jendral (Irjen) Pendidikan tim Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Jawa Tengah serta dari Tim Independen Peduli Pendidikan
Indonesia memantau jalanya UN di Purbalingga.
“Di
Purbalingga pelaksanaan UN saat ini mendapat sorotan dan pantauan
dari mana-mana, dan saat ini tim dari Kementrian Pendidikan Dan
Kebudayaan, Irjen Pendidikan serta Pemprov Jawa Tengah dan lembaga
lain terkait dengan pendidikan,” terang Tri Gunawan Setyadi .
Menurut
Tri Gunawan, tim tersebut berada di Purbalingga untuk melihat jalanya
UN di Purbalingga, karena pada tahun 2015, dua sekolah di Purbalingga
yaitu SMPN 1 Purbalingga dan SMKN 1 Purbalingga mendapatkan
penghargaan prestasi sebagai sekolah dengan Indeks Integritas UN
Tingkat Nasional.
“Tim
tersebut kepengin membuktikan pelaksanaan UN di Purbalingga yang pada
pelaksanaan tahun 2015 mendapat Indeks Integritas UN tingkat
Nasional,” jelasnya.
(Kabare
Bralink/Humas)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !