PURBALINGGA
– Dengan mengangkat tema tentang Perlindungan Anak, berhasil
mengantarkan FK Metra Purbalingga menjadi jawara dalam Festival
Pertunjukan Rakyat FK Metra tingkat provinsi Jawa Tengah. FK Metra
Purbalingga mengangkat tema Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35
Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak.
Ketua
FK Metra Purbalingga, Juwono mengatakan, saat ini banyak kasus
terkait perlindungan anak. Baik itu kasus tindak asusila perkosaan,
penelantaran hak anak maupun anak yang berhadapan dengan hukum. Semua itu dibalut dengan tarian yang epik nan mempesona, sehingga sangat layak menjadi Juara I.
“Kami
mengeksplor UU Perlindungan Anak ini dijadikan tema besar atau pesan
yang disampaikan melalui Forum Komunikasi Media Tradisional (FK
Metra) Purbalingga,” katanya usai penyelenggaraan final Festival
Pertunjukan Rakyat yang digelar di Taman Menteri Supeno atau lebih
dikenal Taman KB Semarang, Sabtu (21/5).
Menurutnya,
ada banyak kasus terhadap perempuan yang menonjol akhir-akhir ini
yang membuat semua pihak merasa khawatir dan prihatin.
”Perlu
adanya diseminasi terkait perlindungan terhadap anak maupun perempuan
di Indonesia,” katanya.
Ketua
FK Metra Provinsi Jawa Tengah, St.Sukirno mengatakan, seleksi FK
Metra sebelum final diikuti oleh 16 kabupaten/kota yang telah
memiliki FK Metra.
“Di
babak final ada 3 kabupaten/kota yang bersaing,” jelasnya.
Sukirno
berharap, kepada SKPD yang akan mensosialisasikan program kerjanya
dapat memanfaatkan FK Metra untuk menyampaikan pesan atau programnya
kepada masyarakat.
Sementara
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Satriyo saat membacakan
sambutan Gubernur mengatakan, seni tradisional sudah digunakan sejak
lama untuk menggerakan massa atau rakyat. Seperti kentongan, ada
sejumlah tabuh-tabuhan kentong bambu yang menandakan berbagai isyarat
seperti kebakaran, pencurian, aman dan lainnya.
“Melalui
FK Metra, saya berharap kesenian di Jawa Tengah dapat tetap eksis
seperti kesenian di Jepang maupun Korea,” katanya.
Dari
pelaksananaan babak Final Pertunjukan Rakyat tersebut, keluar sebagai
penampil terbaik 1 FK Metra Purbalingga dengan calung Banyumasan,
juara II Surakarta dengan seni ketoprak dan juara III FK Metra
Grobogan dengan penampilan ketoprak. Para juara mendapatkan uang
pembinaan dan piagam. Juara I mendapatkan Rp. 7,5 juta, juara II Rp.
5 juta dan juara III Rp. 2,5 juta.
(Kabare
Bralink/Humas)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !