PURBALINGGA
– Pada pertemuan di Ruang VIP Pringgitan Rumah Dinas Bupati,
Sekretaris Yayasan Damandiri, Subikato Tjakrawerdaja menjelaskan,
bahwa Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) berkomitmen untuk
terus membantu pemerintah dalam rangka mengentaskan kemisikinan,
Kamis (12/5).
Kunjungan
tim Yayasan Damandiri ke Purbalingga untuk memantau perkembangan
kerjasama antara Yayasan Damandiri dengan Pemkab Purbalingga melalui
pemberian kredit bagi keluarga Posdaya dan fasilitasi sentra kulakan
bagi warung-warung keluarga sejahtera.
Melalui
kerjasama tersebut, Yayasan Damandiri telah menyalurkan kredit kepada
kelompok-kelompok Posdaya di kabupaten Purbalingga. Program ini
memberikan skim kredit yang relative mudah dan murah, tanpa agunan
dengan maksimum kredit Rp 2 juta. Tujuannya untuk memberikan modal
bagi keluarga miskin yang baru ingin berusaha.
“Tadi
Saya cek ternyata berjalan dengan baik. Sudah ada 2000 keluarga yang
sudah mendapat penyaluran program itu dan dampak manfaatnya besar
sekali,” jelasnya.
Yayasan
Damandiri juga memfasilitasi warung-warung keluarga Posdaya melalui
Sentra Kulakan Posdaya untuk memperkuat mereka supaya bisa hidup dan
berkembang lebih baik.
“Mereka
ini harus kita bantu supaya bisa bersaing dengan warung-warung modern
yang sudah menyebar ke desa-desa,” katanya.
Subiakto
memuji komitmen Bupati Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi
dalam melakukan terobosan pengentasan kemiskinan di Purbalingga. Dia
mengakui, upaya pengentasan kemiskinan memang tidak mudah dan perlu
waktu dan komitmen yang tinggi untuk membantu mereka.
Pada
kesempatan itu, Bupati Tasdi mengajak seluruh jajarannya untuk terus
berupaya menjaring berbagai program yang menyentuh langsung
kepentingan masyarakat. Utamanya program pengentasan kemiskinan yang
dilakukan lembaga-lembaga yang ada di Indonesia maupun mancanegara,
seperti yang dilakukan oleh Yayasan Damandiri.
“Seluruh
SKPD harus bersama-sama menangkap peluang program yang terkait
pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Seluruhnya saja baik itu
dari lembaga, politisi maupun yang lainnya. Tangkap saja untuk
mempercepat pengentasan kemiskinan masyarakat kita,” katanya
didampingi Wabup Tiwi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab.
Sementara,
Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dahlia, Endang Suciati menuturkan
pihaknya mendapatkan bantuan Program Tabur Puja (Tabungan Pundi
Sejahtera) dari Yayasan Damandiri sejak tahun 2014. Hingga kini
Yayasan Damandiri telah menyalurkan dananya secara bertahap mencapai
Rp 2,7 miliar, sebagai modal kerja untuk memfasilitasi maysarakat
yang memiliki usaha produktif atau yang akan merintis usaha
produktif.
“Jumlah
Posdaya yang memperoleh fasilitas kredit posisi April 2016 sebanyak
34 kelompok dengan jumlah anggota 2.700 orang yang tersebar di 12
kecamatan. Jumlah pinjaman di anggota Rp 2,989 miliar dan total asset
unit Tabur Puja mencapai Rp 3,2 miliar,” jelasnya.
Secara
keseluruhan, lanjut Endang, perkembangan KSP Dahlia selama tiga tahun
terakhir mengalami perkembangan cukup signifikan. Asset pada 2013 Rp
1,6 miliar, 2014 meningkat menjadi Rp 4,3 miliar dan pada 2015
mencapai Rp 4,9 miliar. Demikian juga omset usahanya mengalami
kenaikan dari Rp 938,4 juta pada 2013 meningkat tajam menjadi Rp 4,2
miliar pada 2015.
“Tahun
2015 kemarin, kami membagikan sisa hasil usaha (SHU) Rp 117,5 juta,”
pungkasnya.
(Kabare Bralink/Humas)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !