PURBALINGGA
– Ilham Dwi Hatmawan (18), pemuda asal Desa Kedungjati, Bukateja
Purbalingga, selama lima hari mulai tanggal 25 – 30 Juli 2016
mengikuti Asean Youth Cultural Exposure to Singapura, Malaysia,
dan Thailand.
Lulusan
SMAN 1 Purbalingga tahun 2016 ini menjadi salah satu dari lima orang
delegasi dari Jawa Tengah untuk mengikuti program yang
diselenggarakan Youth Center to Act for Nation Indonesia.
Selain mengikuti rangkaian kegiatan, Ilham bersama 60 pemuda lainnya
se-Indonesia juga mempromosikan pariwisata dan budaya Purbalingga.
Untuk mengikuti program ini, Ilham harus menyisihkan 654 pendaftar
yang kemudian diseleksi menjadi 100 orang, dan akhirnya terpilih 61
orang termasuk Ilham.
“Asean
Youth Cultural Tour 2016 merupakan sebuah program pertukaran
kebudayaan dengan negara tujuan Singapura, Malaysia dan Thailan.
Selama mengikuti kegiatan tersebut kami berkunjung ke kantor
kementerian pariwisata di setiap negara, mengikuti pertunjukkan
kebudayaan, kunjungan ke perusahaan yang bergerak di bidang
pariwisata, simposium kebudayaan, pariwisata dan kepemudaan, riset
lapangan terkait kebudayaan dan pariwisata Indonesia dimata penduduk
setempat, city tour kebudayaan, pariwisata dan warisan budaya serta
kegiatan hiburan,” kata Ilham saat melakukan audiensi dengan Kepala
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora)
Purbalingga, Drs Subeno, SE, M.Si, Selasa (2/8).
Ilham
menuturkan, saat di Malaysia, dirinya bersama rombongan mengikuti
simposium di Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia. Ilhma
menyitir materi yang disampaikan Mr. Trigustono Supriyanto, Minister
Counsellor Information, Social and Cultural Division KBRI di
Malaysia. Sesuai Asean Tourims Strategic Plan, pariwisata
harus dikembangkan secara bertanggungjawab, berkelanjutan dan
inklusif. Kelemahan dasar dalam pengembangan pariwisata di Indonesia
antara lain berkait dengan regulasi terutama terkait visa, strategi
promosi, belum banyak direct flight ke Indonesia, kepercayaan yang
belum terbangun dengan baik, informasi yang kurang dan minimnya
pemandu multi bahasa. Malaysia yang mampu meraup 29,5 juta wisatawan
mancanegara per tahun membarnding negaranya dengan ‘Malaysia Truly
Asia’. Selain itu Malaysia membangun promosi penawaran sesuai
permintaan, membangun transportasi massal yang baik dan menerapkan
prinsip eco-tourism.
Sementara
menurut Mrs. Puan Hanaria Ziad, Kementerian Pelancongan Malaysia
Bagian Pelancongan, Ilham menyimpulkan, Malaysia memiliki rencana
Malaysia Tourism Plan 2020 yang menargetkan menarik 36 juta
wisatawan, dan target pendapatan RM 168 juta. Strategi yang
diterapkan dengan pemasaran yang gencar, kemudahan visa, membangun
lingkungan pariwisata yang optimal, menambah hotel bintang 4 dan 5,
mengembangkan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition
center).
“Malaysia
yang mendapat posisi pertama di Asean dalam hal Halal Tourism
menganggapnya sebagai bonus yangmampu mendongkrak kunjungan
wisatawan,” kata Ilham yang saat ini diterima di Akuntasi
Universitas Negeri Yogyakarta ini.
Di
bagian lain, Ilham menuturkan, saat berada di Thailand, Head of
Tourism Authority Thailand, Mr Wirote Sitaprasertnand menyatakan,
konsep pariwisata di Thailand yakni pariwisata berkelanjutan,
eco-tourism dan mengembangkan seven green concept yang
meliputi green logistic, activity, atraction, service, plus, heart
dan green community.
“Untuk
kegiatan di Singapura, diskusi lebih banyak tentang motivasi
pengembangan diri, entrepreneurship dan mempelajari organisasi
sosial kemasyarakatan,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini
dari pasangan Sugiarto dan Siti Nurkhasanah.
Dari
hasil kunjungan itu, Ilham menyarankan kepada Pemkab Purbalingga agar
pariwisata di Purbalingga semakin berkembang dengan melakukan promosi
besar-besaran dan terkoordinasi, mendorong organisasi non pemerintah
yang bergerak dalam pariwisata untuk ikut ambil bagian, melakukan
modernisasi pariwisata yang didasarkan pada kearifan lokal,
mengembangkan sektor pariwisata untuk kelas menengah dan atas (high
and class), mewujudkan pariwisata daerah berwawasan
internasional, serta menyediakan pemandu multi bahasa.
“Dengan
rencana pembukaan bandara udara Wirasaba, kami menyarankan agar
kedepan menyiapkan membuat rute penerbangan internasional langsung ke
Purbalingga,” saran Ilham.
(Kabare
Bralink/Wisata)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !