PURBALINGGA
- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang bekerjasama dengan
Gerakan Organisasi Wanita (GOW) menyelenggarakan acara Round Table
Discussion dengan kajian diskusi 'Upaya Menurunkan Angka
Kematian Ibu dan Bayi' di Jawa Tengah, Kamis (11/8) di
Andrawina Convention Centre, Owabong, Kec. Bojongsari.
Acara
ini dihadiri oleh organisasi-organisasi wanita yang diantaranya PKK,
Dharma Wanita, Aisiyah, Persit, IGTKI Kab. Purbalingga, Bhayangkari,
Salimah, Hardi Melati 30 peserta yang menghadiri kegiatan diskusi
tersebut. Diskusi tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan
Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga Bapak Drs. Djarot
Sopan Rijadi yang pada kesempatan kali ini mewakili Bupati
Purbalingga.
“Bahwa
angka kematian ibu melahirkan dan bayi masih cukup tinggi di
Purbalingga, sehingga perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat akan
pentingnya menunda pernikahan dini agar mempersiapkan kematangan ibu
untuk mengurangi kematian ibu dan bayi” kata Djarot Sopan Rijadi.
“Pengoptimalan
buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berisi catatan kesehatan ibu
hamil sampai bayi lahir, dengan buku KIA ibu punya catatan kesehatan
yang lengkap.” jelas narasumber pada round table discussion, Saidah
SKEBID.
Dinas
Kesehatan bekerjasama dengan Jhpiego untuk menekan angka kematian ibu
dan bayi melalui program sms Bunda. Program sms Bunda merupakan
turunan dari buku KIA yang berisi catatan kesehatan ibu hamil dan
bayi baru lahir.
Tujuan
diadakan SMS Bunda untuk meningkatkan pengetahuan ibu,
mengidentifikasi tanda–tanda bahaya selama kehamilan dan nifas, dan
dapat mencari pertolongan tepat waktu, serta sebagai pengingat jadwal
kunjungan ibu bayi dan imunisasi. Kemudahan SMS Bunda ibu dapat lebih
mudah mengakses pemberitahuan setiap dua hari sekali melalui sms.
AJI
Semarang dalam kesempatan ini juga bekerjasama dengan Jhpiego
mengenai program sms Bunda yang merupakan layanan sms yang memberikan
informasi kesehatan bagi ibu hamil sampai anak mencapai usia 2 tahun.
Setelah melaksanakan program di 10 kota di Jawa Tengah pada tahun
pertama, AJI Semarang di tahun ke 2 kembali mensosialisasikan upaya
mengurangi kasus kematian ibu hamil dan bayi di beberapa kota di Jawa
Tengah.
Acara
round table discussion yang diselenggarakan dimaksudkan agar
ibu-ibu yang menjadi penggerak kelompok-kelompoknya mampu
mensosialisasikan kembali kepada anggota kelompok di daerahnya
masing-masing. Setelah diskusi ini selesai, acara selanjutnya adalah
seminar yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat agar
program yang diselenggarakan dapat direplikasi dengan member sistem
dan software secara gratis untuk dikelola oleh pemerintah. Data yang
nantinya didapat oleh GOW akan dihimpun di pusat.
Masalah
terbesar dalam melaksanakan program SMS Bunda adalah anggaran,
bagaimana pemerintah mampu menganggarkan pulsa untuk kegiatan SMS
Bunda. Pada seminar yang akan datang diharapkan Bupati Kab.
Purbalingga H.Tasdi, SH.,MM dapat hadir dan mengambil keputusan untuk
mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi yang baru lahir.
Harapannya
kedepan Bupati, GOW dan Organisasi-Organisasi terkait dapat
mengerahkan semua pihak agar dapat mensosialisasikan angka kematian
ibu dan bayi baru lahir dapat menurun bahkan hilang di Kabupaten
Purbalingga.
(Kabare
Bralink/Humas)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !