Purbalingga
– TLT Berbagi kunjungi Panti Asuhan PKU Muhammadiyah Bobotsari,
Senin, (26/12). Dengan tema 'TLT Berbagi Bukan Hanya Milik
Kami', maka pada kesempatan melanjutkan misi, TLT Berbagi
menggandeng komunitas lain di Purbalingga yang ingin ikut andil dalam
aksi sosial. Sayangnya, setelah beberapa komunitas berhasil
dihubungi, hanya ada satu komunitas yang bersedia meluangkan waktunya
untuk ikut andil, yaitu Komunitas Kerabat Kotak Purbalingga dengan
perwakilannya. Kedua komunitas pun secara simbolis menyerahkan
sumbangan ke pihak panti.
Dari
kedua belah pihak pun sangat antusias. Terlihat dari pihak panti yang
secara terbuka menerima kedatangan komunitas, serta dari anggota
komunitas sendiri yang masih bekerja merelakan waktunya untuk
menggeser hari libur atau sengaja meminta jadwal berangkat kerja di
siang hari. Anak-anak panti yang didominasi pelajar SMA yang tengah
liburan pun mengaku senang dan tidak merasa terganggu.
“Kami
berterimakasih kepada Komunitas TLT Berbagi serta Komunitas Kerabat
Kotak Purbalingga yang telah meluangkan waktunya untuk kami. Jelas,
liburan tidak semata untuk naik gunung, pergi ke pantai, atau
menghamburkan uang, karena main ke panti juga mengasyikan. Kita dapat
merasakan apa yang Adik-adik rasakan. Karena memberi memang
diperlukan. Dan kami juga paham betul, meski dalam keadaan yang
kekurangan, kami tidak meminta-meminta atau menyusahkan orang lain.
Jadi, dengan adanya kesadaran dari anggota komunitas di Purbalingga,
kami sangat begitu mengapresiasi,” ujar salah satu pengasuh Panti
Asuhan PKU Muhammadiyah Bobotsari dalam sambutan.
Dari
sambutan kedua komunitas pun sama-sama menyampaikan terima kasih
karena pihak panti telah memberi peluang untuk berbagi. Setelah
sambutan selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau saling
berbagi cerita. Dari informasi yang didapat, Panti Asuhan PKU
Muhammadiyah Bobotsari memang ditujukan kepada siswa yang dirasa
kurang mampu atau ingin pola hidupnya lebih teratur. Karena di panti
asuhan sendiri, ada kegiatan rutin yang bisa membuat hidup lebih
disiplin dan memudahkan untuk melaksanakan kegiatan di sekolah karena
masih satu kompleks. Keseluruhan anak panti saat ini dengan total 50
anak. Panti asuhan sendiri telah didirikan sejak tahun 2010.
Tidak
hanya rutinitas biasa yang menunjang akademik dan non akademik. Satu
bulan sekali atau dua bulan sekali, pun diadakan nonton film bersama
di aula Panti Asuhan PKU Muhammadiyah Bobotsari. Film yang dipilih
pun jelas dengan genre Islami. Meski dengan kesibukan yang bejibun,
anak-anak panti juga menyempatkan diri menjadi panitia pengajian
akbar yang biasa dilakukan satu tahun sekali. Anak-anak yang tinggal
di panti tersebut pun nampak cerdas, dilihat dari cara mereka aktif
bertanya dalam aksi sosial tersebut.
“Dana
yang kami gunakan dari kas para anggota yang rutin dilakukan pada
setiap pertemuan. Jadi, sebisa mungkin kami tidak meminta-minta.
Kalaupun dibutuhkan penggalangan dana, itu ketika dana yang
diharapkan belum mencukupi dan dalam keadaan yang mendesak,” jelas
salah satu anggota Komunitas TLT Berbagi pada saat sesi tanya jawab,
ketika anak panti menanyakan kepada pihak TLT Berbagi dari mana dana
yang digunakan untuk melancarkan aksi sosial. Dari aksi sosial
tersebut pula, anak-anak panti berharap bakal lebih banyak muncul
komunitas-komunitas lain di Purbalingga yang melakukan hal serupa.
(Kabare
Bralink)
Dikirim
oleh : Umi Uswatun Hasanah.



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !