PURBALINGGA
– Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten
Purbalingga tahun 2017 sudah dalam katagori pro rakat. Hal tersebu
tercermin dari proyeksi anggaran yakni diberikan untuk kepentingan
publik (belanja langsung) sebesar 42,86 persen Belanja APBD yakni
sebesar Rp 880,12 miliar.
42,86
persen APBD antara lain digunakan untuk bidang pendidikan sebanyak Rp
665 miliar atau setara dengan 32 % dari belanja langsung. Kemudian
kesehatan senilai Rp 360 miliar atau 16 % dan pekerjaan umum 15 %
atau sama dengan Rp 301 Miliar.
Bupati
Purbalingga, Tasdi menyampaikan struktur APBD tahun ini sudah
memenuhi kebijakan nasional yakni untuk menanggulangi kemiskinan,
pengangguran, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat. Jika
ditanya apakah kita kerja pro rakyat atau tidak, lihat saja komposisi
APBDnya, kata Tasdi saat penyerahan DPA secara simbolis, Kamis (19/1)
di Ruang Rapat Ardi Lawet Setda Purbalingga.
APBD
kabupaten Purbalingga Tahun 2017, menurut Tasdi telah disusun dan
dirancang dengan tahapan-tahapan sesuai dengan Perda No. 12 Tahun
2016 tentang APBD 2017. APBD 2017 yang sempat terlambat penyusunannya
dikarenakan terpacu pada pembentukan Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) yang baru yang berimplikasi ke beberapa sektor pemerintahan.
Oleh
karena itu, Tasdi berpesan agar para pimpinan OPD dan aparatur
pemerintahan harus cerdas dalam memahami perubahan regulasi dan
dinamika yang berjalan dengan cepat. Aparatur pemerintahan dituntut
harus paham dan bertanggung jawab terhadap tugas dan tupoksi yang
sudah diamanatkan. Kita sebagai aparatur pemerintahan harus responsif
terhadap perubahan yang ada karena hal ini termasuk dalam aspek
teknis, ungkap Tasdi.
Bupati
Tasdi mengatakan DPA yang telah diserahkan kepada seluruh pimpinan
OPD untuk dapat digunakan secara profesional. Masing-masing OPD harus
bergerak cepat, sistematis dan staktis, bagaimana menyusun
langkah-langkah strategis dalam mengelola anggaran dengan baik dan
hindari penganggaran yang mengakibatkan kerugian negara, tambahnya.
DPA sudah diserahkan kepada masing-masing OPD, selanjutnya
masing-masing OPD yang menggerakan secara cepat, sistemis, dan
taktis.
Kepala
Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Subeno menyampaikan APBD Tahun 2017
yang penetapannya pada Selasa (27/12/2016) telah dijabarkan ke dalam
96 program dan 1673 kegiatan yang telah didistribusikan ke 167 OPD di
Purbalingga. Kami telah menyiapkan DPA secara lengkap yang siap
diberikan kepada seluruh pimpinan OPD di Purbalingga, kata Subeno.
Data
dari Bakeuda untuk belanja sebesar Rp 2.053 triliun, dengan belanja
tidak langsung sebesar 57,14 persen atau Rp 1,173 triliun dan belanja
langsung sebesar Rp 880,12 miliar. Sedangkan untuk pendapatan terdiri
dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 247, 176 miliar, dana
perimbangan sebesar Rp 1,275 triliun dan lain-lain pendapatan yang
sah sebesar Rp 373,6 miliar. Silpa tahun 2016 sebesar Rp 100,182
miliar, peneriman dana cadangan sebesar Rp 15 miliar dan penerimaan
pinjaman daerah sebesar Rp 63 miliar.
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !