PURBALINGGA
– Selama tahun 2016, jumlah pengunjung obyek wisata air Bojongsari
(Owabong) mencapai 1.219.934 wisatawan. Jumlah ini mengalami
peningkatan 19 persen atau sekitar 192.425 wisatawan. Jumlah
pengunjung ini tercatat di tiga unit dari lima unit usaha yang
dikelola Owabong. Capaian kunjungan wisata ini juga nyaris sama pada
kunjungan tertinggi ke Owabong pada tahun 2009.
Direktur
Perusahaan Daerah (PD) Owabong, Wisnu Haryo Danardono, SH yang
didampingi Kepala Divisi Operasional Drs Eko Susilo mengatakan,
jumlah kunjungan tertinggi dicapai waterpark sebanyak 969.468
wisatawan. Dibanding tahun 2015, jumlah pengunjung waterpark
mengalami kenaikan 176.205 wisatawan atau sekitar 22 persen. Kemudian
disusul pengunjung Sanggaluri Park sebanyak 245.005 wisatawan atau
naik 7 persen dibanding tahun 2015 yang hanya dikunjungi 229.695
wisatawan. Sedang pengunjung cottage sebanyak 5.461 orang atau naik
20 persen dari jumlah kunjungan tamu tahun 2015 sebesar 4.551 orang.
“Untuk
unit usaha makanan F & B Yummy serta Taman Usman Janatin tidak
dapat dicatat dengan angka karena tanpa tiket, namun sumbangan
pendapatannya cukup signifikan,” kata Wisnu Haryo, Rabu (25/1).
Wisnu
merinci, pendapatan total Owabong tahun 2016 sebesar Rp
32.756.552.655 atau meningkat 21 persen dibanding pendapatan tahun
2015 yang besarnya Rp 27.130.312.020. Pendapatan yang terus
meningkat ini didukung dengan pengelolaan yang semakin profesional
dan promosi yang gencar dan masif.
“Karena
jumlah pengunjung meningkat yang berdampak pada peningkatan
pendapatan Owabong, maka kontribusi PD Owabong ke Pemerintah
Kabupaten Purbalingga selaku pemilik juga ditingkatkan,” kata
Wisnu.
Kontribusi
yang disetorkan ke Pemkab, jelas Wisnu, sebesar Rp 7.234.538.321 atau
naik 35 persen jika dibanding tahun 2015 yang besarannya Rp
5.363.620.731,-. . Kontribusi ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah
(PAD) atas laba bersih sebesar Rp 4.066.195.850,- atau meningkat 58
persen dibanding tahun 2015 yang besarnya Rp 2.567.724.217,-. Sedang
PAD atas pajak daerah yang disetor sebesar Rp 3.168.342.471,- atau
naik 13 persen dibanding PAD pajak daerah tahun 2015 yang besarnya Rp
2.795.896.514,-.
“Untuk
PAD pajak daerah yang disetor ini terdiri dari pajak hiburan, pajak
parkir, pajak restoran dan pajak hotel,” kata Wisnu.
Sementara
itu Kepala Divisi Operasional PD Owabong Drs Eko Susilo menambahkan,
manajemen Owabong kedepan akan terus optimis untuk meningklatkan
jumlah kunjungan dan pendapatan seiring dengan geliat perkembangan
sektor wisata di Purbalingga. Selain itu pembenahan infrastruktur
transportasi dan rencana pengembangan bandara Jenderal Besar
Soedirman sangat menjanjikan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Pembangunan
tol trans Jawa yang sudah sampai wilayah Pemalang juga semakin
menjadi peluang naiknya jumlah kunjungan wisata dari wilayah
Jabodetabek serta dari Jawa Barat bagian tengah dan utara,” kata
Eko Susilo.
Eko
Mengatakan, dengan banyaknya peluang serta dukungan infrastruktur
tersebut, Owabong akan mengembangkan wisata MICE (Meeting, Incentive,
Convention, and Exhibition) atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan
Pameran. “Wisata MICE saat ini menjadi kebutuhan masyarakat seiring
dengan pertumbuhan wisata nasional yang pesat serta dukungan
infrastruktur transportasi ke Purbalingga,” kata Eko.
Eko
menambahkan, dengan komitmen untuk meningkatkan jumlah kunjungan
wisatawan dan pendapatan, Owabong akan terus meningkatkan kualitas
pelayanan agar semakin profesional serta menjaga kelestarian
lingkungan dan sumberdaya air, karena suplai utama Owabong khususnya
wahana waterpark tergantung alam termasuk didalamnya sumberdaya air.
Owabong juga kedepan akan dijadikan sebagai wahana rekreasi
ecotourism.
Eko
menegaskan, Owabong akan terus menambah wahana baru yang menarik
serta menambah prasarana lahan parkir kendaraan.
“Penyediaan
prasarana lahan parkir ini dirasa sudah sangat mendesak. Pada kondisi
puncak keramaian, lahan parkir Owabong sudah tidak bisa menampung
kendaraan pengunjung. Lahan parkir milik tanah warga sudah semakin
berkurang seiring dengan dibangunya rumah warga tersebut,” kata Eko
Susilo.



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !