PURBALINGGA
– Bupati Purbalingga Tasdi mengakui bahwa pemberantasan peredaran
toto gelap di Purbalingga mengalami kesulitan. Selama ini pihaknya
melalui berbagai program maupun kegiatan diwilayah selalu menghimbau
masyarakat agar menjauhi togel, karena hal tersebut merupakan bentuk
perjudian yang dilarang oleh agama.
“Bapak-bapak
saya minta jauhi togel karena togel diharamkan oleh agama, karena
sama saja dengan judi, mending duwitnya dibelanjakan untuk membeli
tahu tempe dan lain sebagainya untuk lauk keluarga,”pinta Bupati
saat Sabtu (25/2) di Desa Kutawis Kecamatan Bukateja saat kegiatan
Gebrak Gotong Royong.
Bahkan
saat Istighotsah di Pendapa Dipokusumo sehari sebelumnya, Bupati
menuturkan bahwa penyebab dari maraknya togel ada dua yaitu
masyarakat dan siapa yang membekingi. Seharusnya Yang kita tembak
untuk memberantas togel ada dua yaitu orang yang atas dan masyarakat
dibawah. Sasaran pertama dari togel adalah masyarakat, itulah kenapa
pihaknya mengadakan program-program keagamaan seperti subuh berjamaah
keliling di setiap desa. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut
merupaka bagian dari pihaknya untuk selalu mengajak masyarakat agar
menjauhi kemaksiatan
‘Kalau
kita beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT hinadri togel, kalau
tergiur berati imannya belum tebal,”ujarnya.
Bupati
menambahkan bahwa hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama
kalau masyarkat masih tergiur dengan togel merupakan kegagalan semua
pihak, jadi pihaknya akan terus membina masyarakat dan harus ada
gerakan pemberantasan togel. Untuk itu pemberantasan togel tidak
dapat dilakukan sendirian dan harus ada gerakan bersama, pihaknya
juga sudah mengirimkan surat ke pimpinan Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) Kepala Desa (kades) terkait edaran pelaranga togel.
“Harus
ada gerakan untuk memberantas togel, jadi jangan yang satu
(Pemerintah Kabupaten-Red) bergerak, namun yang lain mbekingi
(melindungi), itu tidak bisa. Seperti miras, kita (Pemkab-Red)
gencar memberantas yang lain malah membekingi (melindungi) ini ngga
boleh,”tuturnya.
Keberadaan
togel kata Bupati adalah tergantung masyarakatnya, jika beriman maka
tidak akan tergiur untuk membeli. Sedangkan untuk mengurangi hal
tersebut ada caranya, yakni ulama, umaro, dan masyarakat bersatu,
kalau sampai gagal berarti merupakan kegagalan pemerintah dalam
membina keimanan kepada masyarakatnya.
Penyebab
kedua maraknya togel di Purbalingga karena pusatnya atau yang menjadi
bandarnya ada di Semarang, sehingga menjadi kendala untuk memberantas
togel dalam masyarakat, sehingga kalau hanya mengatasi masyarakat
ditingkat bawah namun yang diatas tidak diatasi menjadi percuma.
Kalau yang diatasi hanya masyarakatnya maka tidak akan menyelesaikan
masalahnya. Karena pihak Pemkab tidak tidak punya kemampuan
menghentikan yang ada di Semarang dan yang berwenang untuk
menghentikan/berwenang di Semarang yaitu pejabat tingkat provinsi.
Sedangkan di kabupaten sudah berkali-kali mengadakan rapat-rapat
dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk
menanggulangi peredaran togel di Purbalingga.
“Jadi
kami tidak tinggal diam dengan semua itu, togel ini bossnya di
Semarang jadi kami tidak punya kemampuan untuk menangkapnya. Kami
tidak mungkin menangkap, kita hanya memberikan pencerahan kepada
masyarakat. Sehingga tanggung jawab dari adanya hal tersebut bukan
hanya pemerintah namun juga alim ulama,”tandasnya.
Melalui
program untuk mewujudkan Purbalingga yang berakhlakul kharimah Pemkab
Purbalingga sudah mengeluarkan tiga kebijakkan, diantaranya
moratorium peternakan babi, peredaran minuman beralkohol dengan
mengetes ASN Purbalingga melalui tes urin beberapa waktu lalu. Untuk
peredaran togel yang sudah meresahkan masyarakat pihaknya juga sudah
mengeluarkan surat edaran (SE) dan untuk peternakan babi juga sudah
menerbitkan SE-nya. Untuk itu, pihaknay sudah mengeluarkan surat
edaran (SE) yang tembusannya sudah kami kirimkan ke seluruh OPD juga
para Kades se-Kabupaten Purbalingga.
Selain
Bupati, Ketua Majelis Agama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga
Abror Musodiq juga mengungkapkan bahwa peredaran togel di Purbalingga
sudah sangat meresahkan, bahkan masyarakat yang tinggal di dekat
masjid tanpa sungkan-sungkan berani terang-terangan memperbincangkan
dan mengajak untuk membeli togel.
“Padahal
disebelah rumahnya ada masjid, tapi mereka tanpa sungkan-sungkan
membicarakan dan mengajak untuk membeli togel, saya meminta agar
Bupati menggunakan kekuasannya untuk mengentikan togel di
Purbalingga,”pintanya.
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !