PURBALINGGA
– Bumi Perkemahan (Buper) Munjulluhur di Desa Karangbanjar
Kecamatan Bojongsari bakal dijadikan wahana khusus untuk pelatihan
dan kegiatan kepramukaan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang
(Kwarcab) Purbalingga. Sebelumnya Buper Munjuluhur dikelola sebagai
salah satu wahana wisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan
Olah Raga (kini Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata-red).
“Dulu
sebagai wahana wisata yang bersifat profit. Nanti dalam perda
Purbalingga Wisatatama, Munjulluhur kita keluarkan menjadi obyek
untuk pelatihan dan khusus digunakan untuk gerakan pramuka kabupaten
Purbalingga,” ujar Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) yang
juga Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM usai melantik Pengurus /
Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Purbalingga masa
bhakti 2017 – 2021 di Pendapa Dipokusumo, Senin (6/2).
Sebelumnya,
Bupati Tasdi dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Prof. DR.
Ir. Slamet Budi Prayitno, MSi menjadi Ketua Mabicab Purbalingga.
Bupati
Tasdi melanjutkan, setelah ditetapkan melalui Peraturan Bupati
(Perbup), Buper Munjulluhur dapat digunakan semaksimal mungkin untuk
meningkatkan kualitas gerakan pramuka di kabupaten Purbalingga.
“Silahkan
nanti diurus secara mandiri oleh kwarcab untuk pelatihan-pelatihan
kepramukaan,” jelasnya.
Sementara,
dalam menjalankan fungsi Mabicab untuk membimbing, menfasilitasi,
dukungan pendanaan dan pembubaran gerakan pramuka, dirinya menjamin
pemerintah kabupaten Purbalingga siap memfasilitasi berbagai kegiatan
gerakan Pramuka di Kabupaten Purbalingga. Pemkab Purbalingga pada
APBD 2017 ini juga sudah mengalokasikan anggaran Rp 350 juta untuk
Kwarcab Kabupaten Purbalingga. Pemkab juga telah menganggarkan
kebutuhan kendaraan operasional untuk Kwarcab yang akan segera
direalisasikan pada 2017 ini.
“Kami
juga siap menjadi tuan rumah Jambore SD/MI tingkat Kwarda Jateng yang
akan diselenggarakan pada 2018,” tegasnya.
Ketua
Kwarda Jateng Slamet Budi Prayitno menuturkan meski sudah menyatakan
siap menjadi anggota majelis pembimbing, jajaran Mabicab Purbalingga
diminta serius dalam menjalankan tugas memfasilitasi kegiatan gerakan
pramuka di Purbalingga. Slamet Budi mengaku tugas fasilitasi ini
biasanya tidak bisa diterjemahkan dengan baik.
“Yang
namanya fasilitasi itu ya tenaga, waktu dan juga pikiran. Jadi kalau
ada pramuka yang konsultasi ya mesti diterima. Biasanya sudah ngantri
sampai panjang akhirnya nggak jadi,” katanya.
Di
sisi lain, jajaran Majelis Pembimbing memiliki keunggulan dalam
memberikan fasilitasi kepada gerakan pramuka. Dia mencontohkan,
Komandan Kodim dan Komandan Batalyon memiliki fasilitas untuk
pembentukan karakter yang sangat luar biasa. Sehingga dirinya
merekomendasikan adik-adik pramuka mau berlatih di Saka (Satuan
Karya-red) Wirakartika.
“Dalam
membentuk karakter, TNI/Polri itu punya konsep yang lebih matang.
Sehingga saya sangat berharap, jangan segan-segan untuk
berkonsultasi,” katanya.
Ketua
Kwarda Slamet Budi Prayitno juga berharap kepada seluruh jajaran
gerakan pramuka agar dalam menjalankan seluruh kegiatan kepramukaan
harus berisi kasih sayang dan kegembiraan.
“Jadi
kalau masih ada pressure berarti kita belum menerapkan konsep
pendidikan kepramukaan yang baik,” tandasnya.
Pada
periode 2017-2021, pengurus andalan gerakan pramuka kwartir cabang
kabupaten Purbalingga di ketuai oleh Trisnanto Sri Hutomo, BE, SPd,
yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Tehnik (YPT) Purbalingga.
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !