PURBALINGGA – Gerakan Subuh Berjamaah
Keliling yang digalakan sejak kepemimpinan Bupati H Tasdi, SH, MM dan
Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi bukan gerakan politik praktis.
Namun gerakan kecil subuh berjamaah ini merupakan gerakan untuk
mengubah mainset dan kedisiplinan penyelenggara pemerintahan dan
masyarakat.
“Kita tegaskan bahwa gerakan subuh
berjamaah keliling bukan bermotif politik. Kita ingin membangun
ukuwah dan kebersamaan antara umaro, ulama dan umat. Kalau ada yang
beranggapan subuh berjamaah bermotif politik, itu anggapan orang yang
tidak mau melihat orang lain melakukan kebaikan,” kata Bupati Tasdi
saat melaksanakan Subuh Berjamaah Keliling di Masjid Jami At Taqwa
desa Nangkod Kecamatan Kejobong, Rabu (15/3).
Dirinya bersama Wakil Bupati Tiwi
berkomitmen akan terus menggerakan peningkatan keimanan dan
kebersamaan melalui Gerakan Subuh Berjamaah Keliling. Saat ini,
lanjut Bupati, efek baik dari kegiatan Subuh Berjamaah Keliling sudah
mulai kita rasakan dengan bergeliatnya kegiatan pembangunan dan
kemasyarakatan selama tahun pertama 2016 lalu. Kalau pada 2015 sisa
lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD Purbalingga hampir Rp 300
miliar, sekarang tinggal separuhnya yakni hanya Rp 160 miliar.
“Pada 2016, gara-gara kita melaksanakan
subuh berjamaah keliling terus maka berefek pada kerja aparatur Pemda
menjadi bagus, tidak ada proyek putus kontrak, semua selesai pada
2016. Ini efeknya disitu, dari hal kecil berefek kepada hal-hal
besar. Jadi bukan karena bupati pamer atau memiliki motif politik,”
tandasnya.
Pada ksempatan tersebut, selain
melaksanakan salat subuh berjamaah, Bupati juga menyerahkan bantuan
berbagai bantuan sosial kepada masyarakat. Diantaranya, pemberian
beras @5 Kg untuk 300 rumah tangga miskin (RTM), pemberian empat buah
kursi roda, bingkisan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga,
Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita kurang gizi
serta pemberian laptop untuk pemerintah desa Nangkod.
Rombongan Bupati dan Wakil Bupati
selanjutnya melaksanakan kegiatan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
di desa itu, yakni di rumah Ribut warga RT 01/RW 02, Rimin RT 02/ RW
01, Adi Suprianto RT 03/RW 06 dan Hadi Wasono RT 01/ RW 07. Kegiatan
Rehab RTLH di desa Nangkod didukung oleh Baznas Purbalingga, PMI
Kabupaten Purbalingga, Paguyuban Pengusaha SPBU, dan Paguyuban Agen
LPG 3 Kg. Masing-masing memberikan bantuan rehab RTLH Rp 10 juta.
Rehab RTLH juga dilaksanakan di Desa
Wirasaba Kecamatan Bukateja sebagai realisasi pelaksanaan rehab RTLH
dari bantuan CSR PT Sun Chang Purbalingga untuk empat warga di
komplek Pangkalan Udara Jenderal Besar Soedirman. Bantuan rehab
diperuntukan bagi keluarga Sutarno, Sanbadri dan Yastari semuanya
warga RT 1/ RW 5 dan Turidi RT 2/RW 4 desa Wirasaba.
Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati juga
melakukan peletakan batu pertama rehabilitasi Masjid Darul Mutakin
Desa Karangcengis dan meresmikan operasionalisasi wisata petik buah
Botania Garden atau Bogar Fresh N Nature desa Karangcengis,
Bukateja.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !