PURBALINGGA – Palang Merah
Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga berkomitmen mendukung program
Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi program unggulan
pemkab Purbalingga dalam rangka mengentaskan masyarakat dari masalah
kemiskinan. Rencananya, PMI akan merehab 10 unit rumah yang akan
direalisasikan pada 2017.
“Kita programkan mulai bulan Maret ini,
setiap bulan kita berpartisipasi dalam kegiatan Rehab RTLH. Jadi
selama tahun 2017, kita akan menyumbang 10 rumah,” ungkap Ketua PMI
Kabupaten Purbalingga Drs. Suyitno usai menyerahkan dana bantuan
rehab RTLH untuk keluarga Rimin warga RT 02/ RW 1 Desa Nangkod
Kecamatan Kejobong, Rabu (15/3).
Baca juga : Dana PMI Tahun 2016 Lampaui Rp 1 M, Keren!
Penyerahan dan pelaksanaan rehab rumah
Rimin dilakukan oleh Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM dan Wakil
Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE, BEcon, Ketua DPRD H. Tongat, SH, MM
beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten
Purbalingga. Kegiatan tersebut dilaksanakan usai acara Subuh
Berjamaah Keliling di Masjid Jami At Taqwa desa setempat.
Selain rumah Rimin yang direhab oleh PMI
Kabupaten Purbalingga, kegiatan rehab RTLH juga dilaksanakan untuk
tiga rumah lainnya yakni rumah keluarga Ribut warga RT 01/RW 02 dari
bantuan Baznas, Adi Suprianto RT 03/RW 06 bantuan Paguyuban Pengusaha
SPBU dan Hadi Wasono RT 01/ RW 07 yang mendapat bantuan dari
Paguyuban Agen LPG 3 Kg. Masing-masing rumah mendapatkan bantuan
rehab Rp 10 juta.
“Kedepan, PMI saya minta lebih berkiprah
lagi untuk bersama-sama pemkab dalam mengatasi persoalan rakyat
Purbalingga, utamanya dalam program rehab RTLH dan jambanisasi,”
kata Bupati Tasdi.
Menurut Bupati, PMI Kabupaten Purbalingga
harus mampu meningkatkan perannya dalam mengatasi persoalan sosial di
masyarakat menyusul suksesnya pelaksanaan bulan dana PMI 2016 yang
berhasil menghimpun dana lebih dari Rp 1 miliar. Dia percaya, PMI
dapat berbuat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Bupati Tasdi juga mengapresiasi
keterlibatan pihak swasta yang sudah mulai tergerak untuk membantu
kegiatan rehab RTLH. Sebelumnya, pengusaha kuliner Sambel Layah
Purbalingga juga berkiprah dalam kegiatan RTLH di desa Kedungbenda
Kecamatan Kemangkon.
“Hari ini ada dua lagi yang baru.
Paguyuban Pengusaha SPBU dan Paguyuban Agen LPG 3 Kg. Saya atas nama
pemkab dan penerima bantuan mengucapkan terima kasih,” katanya.
Tasdi berharap, kedepan semakin banyak
kalangan swasta yang ikut berkiprah dalam kegiatan rehab RTLH. Karena
saat ini di kabupaten Purbalingga masih terdapat 27 ribu warga yang
rumahnya tergolong tidak layak huni.
Di Desa Wirasaba kecamatan Bukateja,
Bupati juga merealisasikan bantuan CSR rehab RTLH dari PT. Sun Chang
Purbalingga. Empat rumah di desa itu, menjadi bagian dari 30 RTLH
yang mendapat bantuan dari pengusaha asal Korea itu. Secara simbolis,
Bupati Tasdi dan Wabup Tiwi menyerahkan bantuan RTLH sekaligus
peletakan batu pertama rehab rumah keluarga Sutarno, Sanbadri dan
Yastari semuanya warga RT 1/ RW 5 dan Turidi RT 2/RW 4 desa Wirasaba.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !