PURBALINGGA – Untuk meningkatkan
kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil
dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Sekretaris
Daerah (Sekda) Kabupaten Purbalingga berharap, agar sepuluh budaya
malu diimplementasikan
“Saya minta semua ASN dilingkungan
sekretariat daerah wajib membaca dan mengimplementasikan 10 budaya
malu, hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan
kedisiplinan ASN,”ujar Sekda Kabupaten Purbalingga Wahyu Kontardi
pada apel pagi di halaman Setda Purbalingga Rabu (22/3).
Kesepuluh budaya malu tersebut sambung
Wahyu Kontardi, antara lain ASN harus malu sering terlambat masuk
kantor, tidak ikut apel, sering tidak masuk kerja tanpa alasan dan
sering minta izin tidak masuk kerja,serta bekerja tanpa program juga
pulang sebelum waktunya.
“Disamping itu, sepuluh budaya malu
lainnya adalah sering meninggalkan meja kerja tanpa alasan penting,
bekerja tanpa pertanggungjawaban, serta pekerjaan terbengkalai dan
berpakaian seragam tidak rapi juga tanpa atribut lengkap,”jelasnya.
Wahyu Kontardi mengatakan, bahwa sepuluh
budaya malu yang diberitakan di media massa sering tidak dihiraukan
oleh oknum ASN, seperti datang pagi hari hanya untuk absen lalu pergi
tanpa keterangan dan pada jam pulang kantor absen kembali. Ada juga
yang datang absen serta mengikuti apel pagi, namun menjelang siang
meninggalkan meja kerja tanpa keterangan yang jelas.
“Selain itu, dalam pemberitaan di
koran-koran ada juga ASN dalam bekerja tanpa adanya sebuah program
serta pertanggungjawaban, untuk itu, seorang ASN harus malu kalau
sampai melakukan itu semua,”ujarnya.
Wahyu berharap, bahwa untuk ASN
dilingkungan Pemkab Purbalingga, jangan sampai melakukan hal-hal
tercela atau melakukan sepuluh budaya malu tersebu. Namun untuk
hal-hal mendesak, seperti keluarga ada yang sakit atau keperluan
mendesak lainnnya bagi ASN masih ada kebijakkan untuk meminta ijin
kepada atasannya, dengan catatan tidak dijadikan alasan untuk sering
minta ijin.
Bupati Purbalingga Tasdi dalam, amanat
apel pagi sebelumnya mengatakan, bahwa kegiatan apel pagi yang sudah
setahun dilakukan bersama Wakil Bupati (Wabup) Purbalingga Dyah
Hayuning Pratiwi ke semua Organiasi Perangkat Daerah (OPD) dan
lingkungan Setda Purbalingga sudah membuahkan hasil. Dari hasil
laporan semua Kepala Bagian (Kabag) di Setda hampir 100 persen ASN di
setda hadir kecuali untuk petugas yang melakukan dinas dalam berupa
pelayanan serta petugas kebersihan.
“Saya yakin untuk pelaksanaan apel pagi
PNS di Setda sudah tidak ada lagi masalah lagi, terkecuali untuk
mereka yang dinas dalam berupa pelayanan kegiatan dilingkungan
pendopo dan petugas kebersihan memang dituntut bekerja
dilapangan,”ujarnya.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !