PURBALINGGA
- Dalam rangka melestarikan kebudayaan lokal, Pemerintah Kabupaten
Purbalingga merencanakan pembangunan bagi pegiat seniman dan
budayawan yang bertempat di Gor Mahesa Jenar. Tahun ini, Purbalingga
sudah mengagendakan untuk merenovasi Gor Mahesa Jenar agar dapat
dijadikan sebagai tempat pembinaan kebudayaan daerah.
Wakil
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengatakan pihak
pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk andil dalam menjaga
kebudayaan Jawa. Hal ini dimaksud agar budaya daerah tetap lestari
sehingga tidak mudah tergerus munculnya budaya barat yang sudah
merambah di seluruh lapisan, tambahnya.
“Tujuannya
adalah untuk nguri-nguri budaya lokal,” kata Tiwi saat membuka
Pelatihan Pembina Karawitan dan Sindenan serta Workshop Wayang di
Aula Soedirman Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Selasa (14/3).
Tiwi
mengungkapkan rencana renovasi Gor Mahesa Jenar ditujukan untuk
kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi para pemuda dalam mengisi
waktu luangnya. Di samping itu, Tiwi berpesan agar para pegiat seni
dan budaya untuk terus melestarikan kesenian daerah dan
memperkenalkan kepada para pemuda agar tidak hilang.
“Pada
hari ini saya mengajak semuanya untuk melestarikan kesenian lokal
kita khususnya karawitan, sinden dan wayang agar bisa
disosialisasikan kepada generasi muda agar tetap membumi,”
pesannya.
Pemerintah
sudah menganggarkan untuk pembelian seperangkat gamelan yang akan
dibagikan pada seluruh kecamatan di Purbalingga. Tiwi menegaskan, ini
sebagai wujud pembinaan dari pemerintah sebagai upaya menjaga
kesenian daerah dan meningkatkan kualitas seni dan budaya yang
dimiliki. Selain itu juga meningkatkan kecintaan pemuda terhadap
budaya lokal, imbuhnya.
“Saya
menyambut baik adanya pelatihan ini, selain untuk melestarikan budaya
daerah juga untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap
budaya lokal,” jelasnya.
Kabid
Pembinaan Kebudayaan Dindikbud Purbalingga, Sri Kuncoro menyampaikan
tujuan pelatihan ini yakni sebagai upaya penyelamatan warisan seni
budaya bangsa khususnya seni budaya lokal. Narasumber pelatihan dan
workshop ialah akademisi dan praktisi dari ISI Surakarta juga seniman
asli banyumasan.
Pelatihan
ini diikuti oleh pembina karawitan dan sindenan juga pelajar berbakat
sejumlah 100 orang. Peserta workshop wayang sebanyak 40 orang yang
terdiri dari dalang muda perwakilan dari kecamatan di Purbalingga.
Pelatihan pembina karawitan dan sindenan diselenggarakan selama lima
hari (14-18/3) sedangkan workshop wayang diadakan selama dua hari
(17-18/3).
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !