PURBALINGGA
- Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga menorehkan sejarah
baru berhasil menggelar pemutaran film di Alun-Alun Purbalingga pada
Rabu, 29 Maret 2017. Setelah 11 tahun silam dilarang menggunakan aset
negara di Graha Adiguna komplek Pendapa Dipokusumo untuk kegiatan
yang serupa.
Pemutaran bersama komunitas film dengan
medium layar tanjleb itu merupakan rangkaian Hari Film Nasional (HFN)
2017 bertema “Merayakan Keragaman Indonesia” yang jatuh pada 30
Maret yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono
mengatakan sengaja memperingati HFN di ruang publik di pusat kota.
“Selama ini, kami menggelar pemutaran layar tanjleb di
pelosok-pelosok desa. Dalam kesempatan ini, kami ingin menjadikan
alun-alun sebagai tempat pemutaran film yang bisa dijadikan even
bulanan,” tuturnya.
Hanya bermodal publikasi media sosial dan
memanfaatkan keramaian seputar alun-alun, meski bukan malam libur,
warga antusias duduk menyaksikan film-film yang disajikan. Sayangnya,
Bupati Purbalingga H Tasdi, SH, MM tidak berkesempatan hadir.
Padahal, penyelenggara berharap bupati dan undangan pejabat duduk
sama rendah dengan rakyatnya.
Mewakili bupati Purbalingga, Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Heriyanto, S.Pd, M.Si mengapresiasi dan
siap memfasilitasi komunitas film di Purbalingga. “Film selain
sebagai produk budaya juga sebagai ajang sosialisasi program-program
pemerintah daerah. Seperti yang disaksikan bersama di layar ada iklan
layanan tertib berlalu-lintas dari Polres Purbalingga dan program
Gebrak Gotong Royong dari Pemkab Purbalingga,” jelasnya.
Pemutaran kali ini dengan fasilitasi mobil
bioskop keliling milik Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata
Kabupaten Cilacap, karena Pemerintah Kabupaten Purbalingga tidak
memiliki mobil bioling bantuan Kemendikbud tersebut. Lewat Komunitas
Film Sangkanparan Cilacap, mobil tersebut berhasil mampir di
Purbalingga setelah sebelumnya mengadakan pemutaran di Wonosobo dan
di Cilacap sendiri.
Selain film-film yang sudah diprogram
Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kemendikbud, komunitas film diberi
kesempatan memutar karya-karyanya. Di Purbingga diputar film-film
pendek Wachtenstaad sutradara Fajar Ramaye dari Jakarta, Jumprit
Singit sutradara Mahesa Desaga dari Malang, dan film bioskop Aisyah:
Biarkan Kami Bersaudara sutradara Herwin Novianto.
Sementara tiga film pendek lokal diputar
Kesambet sutradara Ilman Nafai dari Gerilya Pak Dirman Film SMA
Negeri 1 Rembang Purbalingga, Babaran sutradara Meilani Dina
Pangestika dari Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga, dan Kukudan
sutradara Bowo Leksono produksi Dinporabudpar Kabupaten Banyumas.
(Kabare Bralink/CLC)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !