PURBALINGGA
– Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 mencapai Rp.160.212.926.153,-.
Jumlah ini jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan SILPA Tahun
Anggaran 2015 yang tercatat sebesar Rp. 264.427.219.476,-.
“Dengan
Silpa yang semakin kecil menunjukkan bahwa alokasi anggaran kegiatan
yang telah terpasang dalam APBD Tahun Anggaran 2016 dapat
dilaksanakan dengan lebih baik dan pembangunan yang direncanakan
dapat dilaksanakan pada tahun berjalan,” kata Bupati Purbalingga
Tasdi, SH, MM, Selasa (14/3).
Tasdi
mengungkapkan, pihaknya akan menyampaikan keterangan
pertanggungjawaban tahun 2016 pada sidang paripurna DPRD, Rabu (15/3)
ini. Terkait dengan Laporan Keuangan Daerah (LKD) Kabupaten
Purbalingga Tahun Anggaran 2016, posisinya pada saat ini masih
dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
Namun
demikian, lanjut Tasdi, secara garis besar, struktur APBD Kabupaten
Purbalingga Tahun 2016 kondisi unaudited dari sisi pendapatan
ditargetkan sebesar Rp.1.846.792.383.000,- dengan tingkat realisasi
mencapai Rp.1.746.205.014.807,- atau 94,55 persen. Pendapatan ini
terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan target sebesar
Rp.218.382.360.000,- dapat terealisasi sebesar Rp.251.785.983.722,-
atau 115,30 persen.
Kemudian
hasil retribusi daerah dengan target sebesar Rp.36.501.485.000,-
mampu terealisasi sebesar Rp.37.889.851.580,- atau 103,80 persen.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan yang merupakan
bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah (BUMD)
dengan target sebesar Rp.13.859.891.000,-, mampu terealisasi
Rp.13.868.135.734,- atau 100,06 persen. Lain-lain Pendapatan Asli
Daerah yang Sah, dengan target sebesar Rp.131.727.070.000,- dan mampu
terealisasi sebesar Rp.156.446.099.519,- atau 118,77 persen.
“Dana
Perimbangan yang ditargetkan sebesar Rp.1.270.384.508.000,- dan mampu
terealisasi Rp.1.175.813.221.860,- atau 92,56 persen. Sedang
lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah, ditargetkan sebesar
Rp.358.025.515.000,- terealisasi Rp.318.605.809.225,- atau 88,99
persen,” rinci Tasdi.
Tasdi
mengatakan, dalam hal belanja daerah ditetapkan sebesar
Rp.2.087.360.380.000,-, sedangkan realisasi yang dicapai sebesar
Rp.1.813.162.137.468,- atau 86,86 persen. Rinciannya untuk Belanja
Tidak Langsung, yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Bunga,
Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi
Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa, Belanja
Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga ditetapkan sebesar
Rp.1.218.546.595.000,- dengan realisasi belanja sebesar
Rp.1.097.942.181.244,- atau 90,10 persen. Sedang Belanja Langsung,
ditetapkan sebesar Rp. 868.813.785.000,- dan terealisasi sebesar
Rp.715.219.956.224,- atau 82,32 persen.
“Penerimaan
Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp.279.427.219.000,- dan terealisasi
sebesar Rp. 264.440.627.926,- atau 94,64 persen, sedangkan
Pengeluaran Pembiayaan Daerah, dari anggaran sebesar Rp.
38.859.222.000,- terealisasi sebesar Rp.37.270.579.112,- atau 95,91
persen,” rincinya.
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !