PURBALINGGA
– Para pelaku desa wisata dan rintisan desa wisata berbasis air di
kabupaten Purbalingga mendapat pembekalan keterampilan Water
Rescue atau penanganan pertolongan pertama kecelakaan didalam
air. Kegiatan itu diikuti 30 pelaku wisata dari 12 desa di kabupaten
Purbalingga.
“Tujuannya
untuk meningkatkan keterampilan tim penyelamat dari obyek wisata yang
berhubungan dengan air. Harapannya, ketika terjadi kecelakaan mereka
telah memiliki kemampuan penyelamatan sesuai dengan standar
penyelamatan kecelakaan air,” ujar Kasi Usaha Industri Pariwisata
pada Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar), Suryani
Kurniati disela-sela Pelatihan Water Rescue yang dipusatkan di Curug
Duwur, rintisan desa wisata Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Rabu
(19/4).
Menurut
Dia, di kabupaten Purbalingga kini banyak bermunculan obyek wisata
yang berhubungan dengan air seperti wisata alam curug dan susur
sungai. Apalagi saat ini ada lima rintisan desa wisata yang sangat
perlu dibekali dengan pengetahuan water rescue.
Pelatihan
yang ditangani tim dari Purwokerto Rescue yang merupakan perwakilan
dari Jakarta Rescue, sebelumnya memberikan bekal teori water rescue
yang meliputi berbagai penanganan penyelamatan di air seperti saat
terjadi bencana banjir dan penanganan pertolongan di obyek wisata
air. Pemberian materi teori water rescue dilakukan di aula Balai desa
setempat. Usai penyampaian materi teori, dilanjutkan dengan simulasi
dan praktek penanganan penyelematan di air yang dilakukan di Curug
Duwur.
“Hasil
akhirnya, kita harapkan semua petugas wisata di kabupaten Purbalingga
ketika ada kejadian bisa langsung terjun memberikan penanganan kepada
pengunjung yang mengalami kecelakaan di wahana wisata yang dikelola,”
kata Jabrig, salah satu instruktur dari Purwokerto Rescue.
Tehnik
pertolongan dan penyelamatan di air yang diberikan kepada para
peserta seperti upaya pencarian dengan teknik sweeper swim yakni
mencari korban dengan berenang bersama menyerupai rantai hidup untuk
menyapu area yang dicurigai sebagai lokasi korban tenggelam.
Sedangkan upaya penyelamatan bisa dilakukan dengan teknik Jim Carry
yakni teknik melumpuhkan dengan tangan atau kaki pada korban yang
panic agar mudah ditolong. Termasuk teknik senam rescue, Garry
Piston, dan team carry.
“Kita
praktekan teori Jim Carry, model melempar, stick life dan RJP atau
penanganan bantuan pernafasan. Termasuk teori tali temali dan kerja
tim,” jelasnya.
Terpenting,
lanjut Jabrik, semua pengelola wisata harus mampu melakukan
pencegahan terhadap terjadinya kecelakaan dengan melakukan mitigasi,
penyiapan papan peringatan dan pemenuhan peralatan keselamatan yang
memadai.
Ketua
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Bumisari, Nursaiwan mengaku
sangat terbantu dengan adanya pelatihan yang diselenggarakan oleh
Dinporapar. Selain mendapatkan keterampilan water rescue, juga
menjadi momentum mempromosikan potensi wisata Bumisari.
“Ini
juga memberikan kenyamanan kepada pengunjung karena teman-teman
pengelola sudah memiliki keterampilan melakukan pertolongan pertama,
evakuasi dan manajemen lainnya,” jelasnya.
Dia
berharap, potensi wisata desa Bumisari dapat berkembang sehingga
dapat menjadi pendorong peningkatan ekonomi masyarakat di desa
Bumisari.
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)




0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !