PURBALINGGA
- Akhir pekan ini sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat
(kepokmas) di Kabupaten Purbalingga banyak yang mengalami kenaikan
harga, hal tersebut dikarenakan petani mengalami gagal panen dan
penyerapan tengkulak luar daerah cukup tinggi. Berdasarkan Laporan
Perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas)
Kabupaten Purbalingga tertanggal 25 Juli 2017 harga beras IR 64
premium maupun medium naik Rp 500 per kilo gram.
Beras
IR 64 premium yang minggu kemarin Rp 9.000 per kilo gram saat ini
mencapai Rp 9.500 per kilo gram. Sedangkan beras IR 64 medium naik
dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.500 per kilo gram. Selain beras, telur
ayam ras juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp 2.500 yaitu dari Rp
21.000 per kilo gram, saat ini menjadi Rp 23.500 rupiah per kilo
gram.
Kepala
Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten
Purbalingga Johan Arifin mengatakan musim panen kemarin, petani
Purbalingga mengalami gagal panen. Kemudian penyerapan hasil gabah
panen yang di serap tengkulak asli Purbalingga juga minim malah
banyak diserap tengkulak dari luar daerah. Hal tersebut yang
menyebabkan beras harganya naik walaupun cuma Rp 500 saja.
“Pada
Minggu ini, harga telur ikut naik dikarena dari peternak produksinya
lagi turun, ditambah lagi musim hajatan banyak yang beli,” ujar
Johan, Sabtu (29/7) di ruang kerjanya. Johan juga menambahkan selain
beras dan telur, harga garam di Kabupaten Purbalingga mengalami
kenaikan harga. Kenaikan harga garam disebabkan menurunya produksi
dari petani garam karena faktor cuaca.
Sementara
itu, Kepala Pasar Segamas Purbalingga Suyadi mengatakan minggu ini,
harga garam di Pasar Segamas Purbalingga jenis batangan isi 12 buah
mencapai Rp 8.500 , pada minggu yang lalu hanya Rp 7.000 per kilo
gram. Kemudian garam yodium halus isi 40 buah yang sebelumnya hanya
15 ribu rupiah, saat ini sudah mencapai 18 ribu rupiah per kilo gram
atau naik 3 ribu rupiah.
“Selain
mengalami kenaikan harga, terdapat beberapa kepokmas yang mengalami
penurunan harga yakni seperti bawang merah lokal, bawang putih kating
dan minyak goreng curah,” kata Suyadi.
Suyadi
menerangkan bawang merah turun Rp 3.000 per kilo gram dari Rp 30.000
menjadi Rp 27.000 per kilo gram. Bawang Putih kating turun Rp 8.000
per kilo gram dari Rp 50.000 per kilo gram menjadi Rp 42.000 per kilo
gram. Kemudian minyak goreng curah turun Rp 500 per kilo gram dari Rp
11.500 menjadi Rp 11.000 per kilo gram.
“Harga
minyak goreng jenis malindo turun disebabkan produksi minyak sawit
cukup melimpah. Kemudian penurunan harga bawang merah maupun bawang
putih kating disebabkan karena stok dan pasokan barang cukup melimpah
di pasaran,” katanya
Sementara
itu, harga komoditas cabe dan daging saat ini stabil. Cabe merah
kriting saat ini seharga Rp 16.000 per kilo gram, cabe hijau kriting
seharga Rp 12.000 per kilo gram, cabe rawit hijau Rp 18.000 per kilo
gram, dan cabe rawit merah seharga Rp 40.000 per kilo gram.
“Daging
juga saat ini stabil, daging sapi murni seharga Rp 120 ribu per kilo
gram, daging ayam ras Rp 30 ribu per kilo gram, dan daging ayam
kampung seharga Rp 60 ribu per kilo gram,” pungkasnya.
(Kabare Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !