PURBALINGGA
– Seluruh jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Purbalingga diminta konsisten agar anggaran yang
sudah ditetapkan supaya dilaksanakan. Selain itu, semua SKPD juga
diminta melaksanakan paparan terkait program serta target
penyelesainya pembangunan.
Hal
tersebut disampaikan Bupati Tasdi saat membuka Rapat Koordinasi
(Rakor) Bidang Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Purbalingga di
Pendapa Dipokusumo, Senin (28/3), yang diikuti pimpinan Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Purbalingga, pimpinan
SKPD dan para kepala desa (kades) Se-Kabupaten Purbalingga. Dalam
rakor tersebut, bupati meminta, agar SKPD konsisten menggunakan
anggaran serta meminta meminimalisir terjadinya sisa lebih penggunaan
anggaran (SILPA). Sedangkan ancaman pemotongan anggaran akan
dilakukan bagi SKPD yang berpotensi menyumbang SILPA.
“Awas
jangan sampai berani menganggarkan tetapi tidak berani menggunakan
anggaran. Selain itu, juga jangan sampai anggaran yang sudah
diberikan berkontribusi terhadap SILPA, kecuali SILPA karena
efisiensi atau kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan akibat pedoman
juklak juknis dari pusat tidak turun, seperti kegiatan DAK dan lain
sebagainya. Target saya tahun ini, bagi SKPD yang sudah menganggarkan
tetapi tidak digunakan, pertengahan tahun anggaran tersebut akan kita
coret untuk kegiatan lainnya,” katanya.
Bupati
juga menambahkan, bahwa kedisiplinan penggunaan anggaran sama halnya
dengan pelaksanakan apel pagi para abdi Negara. Sehingga kedisiplinan
juga mempunyai dampak terhadap anggaran dalam anggaran penerimaan dan
belanja daerah (APBD). Jika ABPD tidak berjalan dengan baik,
berdampak kepada masyarakat serta gregetnya juga akan berkurang dan
pembangunan akan terhambat.
“Oleh
sebab itu, kita harus kerja keras dan displin, seperti disiplin
pelaksanaan apel kerja aparatur sipil Negara,”tuturnya.
Untuk
itu, semua program yang sudah ada di APBD bagi kepentingan rakyat
harus pro terhadap kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,
serta jangan sampai terjadi SILPA. SILPA akan semakin menghambat
pertumbuhan ekonomi, karena APBD bergerak menumbuhkan ekonomi rakyat.
Pihaknya juga terus belajar menjadi penyelenggara Negara yang baik,
professional, efektif, bersih dan demokratif untuk melayani
masyarakat.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !