PURBALINGGA
– Bupati Purbalingga Tasdi merasa prihatin terhadap perkembangan
capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Purbalingga yang
kembali berada di posisi 20-an se Jawa Tengah. Padahal pada 2010
lalu, IPM Purbalingga sempat melejit dari ranking 33 di tahun 1999
menjadi ranking 17.
“Saya
lemes bukan karena ngantuk. Tapi hari ini saya mendengar ranking kita
nomor 20-an se Jawa Tengah,” ujar Bupati Tasdi saat membuka
pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat
Kabupaten Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, Selasa (15/3).
Sebelumnya
dilaporkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
kabupaten Purbalingga, Setiyadi, IPM Purbalingga pada 2014 sebesar
66,32 persen dan bertengger di posisi 26 dari 35 kabupaten/kota se
Jawa Tengah. Capaian tersebut masih berada di bawah capaian IPM
Provinsi Jawa Tengah 68,78 persen. Meski IPM Purbalingga terus
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, namun parallel dengan
kenaikan yang dicapai Provinsi.
Dengan
kondisi capaian tersebut, Bupati berharap acara Musrenbang yang akan
diselenggarakan dua hari hingga Rabu (16/3) diikuti seluruh peserta
dengan serius.
“Jadi
jangan berangkat plead-pleod tidak jelas,” tandasnya.
Bupati
menegaskan, selama kepemimpinan dirinya dengan Wakil Bupati Tiwi,
jajarannya harus dapat merubah kebiasaan lama dan harus lebih
disiplin dari pada rakyat. Tasdi mencontohkan, acara Musrenbang yang
direncanakan dimulai jam 09.00 harus bias dimulai pada jam yang sudah
ditentukan.
“Harus
serius dan lebih disiplin. Kita bekerja bukan hanya untuk Negara,
tapi juga mengabdi untuk masyarakat,” katanya.
Kepala
Bappeda Setiyadi menambahkan, Musrenbang 2016 diselenggarakan dalam
rangka penyusunan Rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kabupaten
Purbalingga tahun 2017. Rangkaian proses penyusunan RKPD 2017 sudah
dimulai sejak November 2015. Diawali dengan penyusunan arah kebijakan
pemerintah daerah, proses musrenbang secara berjenjang dari tingkat
dusun, tingkat desa/kelurahan hingga tingkat kecamatan.
“Rancanagan
RKPD yang akan didiskusikan dalam Musrenbang, merupakan kompilasi
rancangan renja SKPD dan sebagian hasil forum SKPD serta masukan dari
wilayah kecamatan,” jelasnya.
Setiyadi
mengatakan total usulan kegiatan pembangunan dari tingkat wilayah
sebanyak 1.343 kegiatan senilai Rp 671,4 miliar. Usulan kegiatan
terbesar pada bidang infrastruktur atau ke-PU-an mencapai 82 persen.
Disusul bidang pertanian 5 persen, usulan dalam lingkup Dinas
Kesehatan 3 persen, Dinas Pendidikan dan Dinbudparpora 2 persen.
Kemudian Dinnakan, Bappermasdes, Dinsosnakertran dan lainnya
masing-masing 1 persen.
Disampaikan
pula, proyeksi PAD Purbalingga 2017 sebesar Rp 1,78 triliun dengan
proporsi belanja wajib periodic 68 persen dan belanja terikat
24 persen.
“Sehingga
kemampuan membiayai program prioritas diluar hal-hal yang rutin
dilaksanakan hanya sebesar 8 persen,” jelasnya.
Ketua
DPRD, Tongat, menuturkan dalam kenyataannya, sumber daya di kabupaten
Purbalingga masih sangat terbatas. Kemampuan APBD kabupaten
Purbalingga 2016 sebesar Rp 1,8 triliun, penerimaanya masih
didominasi oleh dana pusat dan provinsi Jawa Tengah.
Sedangkan
realisasi PAD Purbalingga juga masih sangat kecil yakni 10,93 persen.
Sehingga perencanaan pembangunan di kabupaten Purbalingga mau tidak
mau harus didasarkan pada skala prioritas.
“Dalam
rangka menyusun skala prioritas inilah kita berkumpul disini,”
katanya.
Sementara
itu, Kasubbid Kesejahteraan rakyat pada Bappeda Provinsi Jawa Tengah,
Eko Sri Darminto, memaparkan pada 2017 mendatang akan dilakukan
program integrasi sebagai upaya sinergi pembangunan Antara pemerintah
Provinsi dengan Pemkab. Program intervensi itu meliputi aspek
ekonomi, infrastruktur, social dan lingkungan hidup.
“Dibidang
infrastruktur diharapkan adanya percepatan penyelesaian dan
operasionalisasi pembangunan infrastruktur strategis Daerah Irigasi
Slinga, Bandara Wirasaba serta peningkatan akses jalan masuk ke Goa
Lawa dan Owabong,” katanya.
Dengan
upaya pembangunan yang sinergis atara Provinsi dan Kabupaten/Kota,
diharapkan akan tercapai target sasaran pembangunan Provinsi Jawa
tengah 2017 dengan pertumbuhan ekonomi 5,4 – 5,8 persen, angka
kemiskinan 11,30 – 10,83 persen dan tingkat pengangguran terbuka
4,49 – 4,27 persen.
Untuk
mendukung target tersebut, diharapkan adanya kontribusi target
sasaran pembangunan kabupaten pada 2017 dengan kondisi pertumbuhan
ekonomi 5,8 – 6,2 persen, angka kemiskinan 15,26 persen dan tingkat
pertumbuhan terbuka 4,30 persen.
Kegiatan
Musrenbang Kabupaten akan dilanjutkan Rabu (hari ini, 16/3) yang akan
diselenggarakan di dua tempat yakni Aula Bappeda dan Oproom Graha
Adiguna. Agenda Musrenbang di Aula Bappeda pada sesi pagi diisi
paparan Rancangan RKPD 2017 bidang Pelayanan Publik dan Reformasi
Birokrasi. Pada sesi siang giliran paparan Rancanagan RKPD bidang
Pembangunan Manusia dan Kesos.
Untuk
Musrenbang di Oproom Graha Adiguna, sesi pagi Paparan Rancangan RKPD
bidang Ekonomi dan sesi siang bidang Lingkungan Hidup dan
Pengembangan Wilayah.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !