PURBALINGGA
– Salah satu misi bupati dan wakil bupati Purbalingga adalah
mempercepat dan pemerataan ekonomi rakyat, sekaligus mendorong
simpul-simpul perkonomian rakyat dengan tetap berorientasi pada
kemitraan dan pengembangan potensi lokal. Oleh sebab itu, dengan
adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah, diharapkan
dapat mendorong pengembangan sector riil dalam peningkatan
pertumbuhan perkonomian.
“Selain
itu, dengan program tersebut, sekaligus untuk mengurangi kemiskinan
dan membuka kesempatan bekerja bagi masyarakat,” tutur Wakil Bupati
Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi pada Rapat Koordinasi Sosialisasi
Program KUR Tahun 2016 di Ruang Ardilawet Kompleks Setda Purbalingga,
Selasa (15/3).
Saat
ini, angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Purbalingga
relatif masih tinggi, namun ada sedikit penurunan dibanding tahun
sebelumnya. Angka kemiskinan tahun 2014 sekitar 19,75 persen dan
pengangguran 5,13 persen daripada tahun 2013. Sedangkan salah satu
program penurunan kemiskinan dan pengangguran, adalah dengan KUR.
Untuk itu, pihaknya mendukung kegiatan KUR, karena hal tersebut
mampu, membuka kesempatan bekerja bagi masyarakat khususnya usaha
kecil mikro (UKM) yang sering memiliki permasalahan dengan
keterbatasan modal.
“Jadi
bagaimanapun kita mendukung lembaga-lembaga keuangan di Purbalingga
untuk bisa menyalurkan KUR secara maksimal,”
Budi
Susetyo, Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga, mengatakan,
bahwa tujuan KUR untuk mengakslerasi pengembangan kegiatan di sector
riil dalam rangka penanggulangan kemiskinan serta perluasan
kesempatan kerja. Tujuan program tersebut adalah meningkatkan dan
memperluas penyaluran KUR kepada usaha produktif, meningkatkan daya
saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta mendorong
pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Sedangkan
sasarannya adalah individu atau perseorangan yang melakukan usaha
produktif termasuk didalamnya UMKM serta calon atau mantan tenaga
kerja Indonesia (TKI) dan calon pekerja magang di luar negeri.
Sasaran lainnya adalah anggota keluarga dari karyawan yang
berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai TKI dan pekerja yang
terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Permasalahan yang dihadapi
dalam program KUR adalah masih rendahnya kemampuan manajerial UMKM,
agunan terbatas dan akses produk UMKM yang masih terbatas serta
penguasaan teknologi informasi UMKM masih rendah.
“Solusinya
adalah sosialisasi secara lebih terkoordinir dan pendampingan oleh
SKPD secara berkelanjutan,” terang Budi.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !