PURBALINGGA
– Pada tanggal 09 Desember 2015, Purbalingga mengadakan pemilihan
kepala daerah yang diselenggarakan serentak oleh beberapa daerah di
Indonesia. Dan pada Senin siang (4/4), ketua KPU Purbalingga, Sri
Wahyuni beserta jajarannya memberikan laporan pertanggungjawaban
Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga tahun 2015. Laporan ini
sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 44 tahun 2015
pasal 14 (empat belas) yang mewajibkan Penyelenggara Pemilu yaitu KPU
dan Panwaslu untuk melaporkan Realisasi Pengeluaran Anggaran yang
merupakan Dana Hibah Pilkada tahun 2015.
Sri
Wahyuni melaporkan, realisasi anggaran sejumlah 13 milyar terdiri
dari realisasi untuk badan adhock yaitu PPK, PPS dan KPPS sejumlah 10
milyar dan 3 milyar dikelola oleh KPU. Sementara itu KPU juga
memperoleh pendapatan Jasa Giro pada tahun 2015 sejumlah 77 juta.
“Dana
tersebut kami terima melalui empat termin pada tahun 2015 dan satu
termin pada tahun 2016,” kata Sri Wahyuni. Laporan
pertanggungjawaban KPU diserahkan oleh Sri Wahyuni kepada Bupati
Purbalingga dan Ketua DPRD Purbalingga.
Selain
melaporkan Realisai penggunaan dana Pilkada 2015, Sri Wahyuni juga
menyampaikan permohonan kepada Bupati untuk pembangunan tembok
keliling di bagian belakang gedung KPU guna mempertegas batas tanah
lingkungan KPU yang merupakan aset Pemerintah Daerah Kabupaten
Purbalingga. Di samping itu juga Sri Wahyuni mengharapkan pembangunan
aula KPU yang dirasa sempit dan kurang memadai.
Menanggapi
laporan Pertanggungjawaban dan permohonan dari KPU, Bupati bersama
Wabup, Ketua DPRD Purbalingga serta para Kabag Setda Purbalingga
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPU dan jajarannya
yang telah sukses menggelar Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun
2015.
Bupati
Tasdi menyoroti angka partisipasi pemilih yang hanya 60% pada gelaran
Pilkada tahun 2015.
“Kedepan
saya harap angka partisipasi bisa lebih meningkat,” demikian kata
Bupati Tasdi.
Bupati
Tasdi juga akan memfasilitasi KPU untuk bekerjasama dengan Dinas
Pendidikan dalam pelaksanaan sosialisasi pada pemilih pemula yang
notabene ada pada usia sekolah.
“Sosialisasi
ini harus gencar dilakukan terutama di sekolah-sekolah agar tumbuh
kesadaran memilih bagi pemilih pemula,” ujar Bupati Tasdi.
Kemudian
pada pembangunan gedung KPU dan lingkungan sekitarnya, Bupati Tasdi
juga meminta KPU untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait,
agar pembangunan tembok keliling dan aula KPU segera terwujud.
“Harapan
saya nanti aula KPU mampu menampung 100 orang lebih, dan aula
tersebut juga harus lebih nyaman dan lengkap fasilitasnya,”
demikian kata Bupati Tasdi.
(Kabare
Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !