PURBALINGGA
– Tahun 2016, Purbalingga terus mengukir prestasi. Dan pada
bulan April, Purbalingga berhasil meraih rekor di Museum Rekor
Indonesia (Muri). Hal itu tentunya sangat membanggakan, karena selama
5 tahun Purbalingga tidak pernah memecahkan rekor muri. Pada hari
Senin (11/4) Purbalingga menyabet 2 rekor baru terciptakan dan 1
memecahkan rekor yang telah ada.
Untuk
rekor muri yang baru, pertama pemecahan rekor untuk pasangan bupati
dan wakil bupati yang memiliki tanggal dan bulan yang sama yakni
tanggal 11 April. Kedua rekor perayaan ultah bersama tanggal lahir
dengan jumlah terbanyak yakni 3.202 orang. Kemudian 1 rekor Muri
terpecahkan untuk pagelaran wayang denga kelir terpanjang.
Manager
eksekutif Muri, Sri Widayati mengatakan untuk rekor yang pertama
kondisi tersebut memang belum tercatat di Muri untuk pasangan
pimpinan daerah untuk hari ulang yang sama dan pada ini merupakan
yang pertama tercatat di Muri, dan tercatat sebagai rekor ke 7381.
“Rekor
tersebut dinobatkan kepada Bapak Tasdi, SH,MM sebagai Bupati dan Ibu
Dyah Hayuning Pratiwi, SE,BEcon sebagai Wakil Bupati,” kata
Widayati disela-sela penghargaan Muri.
Dan
pemecahan rekor muri berikutnya, pada perayaan ulang tahun yang
dilakukan pasangan bupati dan wakil bupati ternyata tidak hanya
dilakukan berdua saja. Tetapi mengajak kepada masyarakat mempunyai
tanggal lahir yang sama yakni tanggal 11 April. Setelah data yang
terhimpun ada sebanyak 3202 yang hari ini bersama-sama berulang tahun
dengan bupati dan wakil bupati.
“Kejadian
ini juga baru pertama di Muri sehingga kita juga menganugrahkan
piagam penghargaan dengan tajuk rekor perayaan ulang tahun bertanggal
lahir sama dengan jumlah terbanyak yakni 3202 orang, sehingga
menciptakan rekor baru,” tambah Widayati.
Kemudian
Muri juga mencatat rekor dunia yakni pagelaran wayang dengan kelir
terpanjang yakni 56,5 meter. Rekor ini sekaligus menumbangkan rekor
sebelumnya yang dipegang Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi dengan
panjang 51 meter.
Baca juga : Lakon Arjuna Winisudo Akan Meriahkan Pagelaran Wayang Dengan Kelir Terpanjang Se-Indonesia
Baca juga : Lakon Arjuna Winisudo Akan Meriahkan Pagelaran Wayang Dengan Kelir Terpanjang Se-Indonesia
“Piagamnya
diberikan kepada penyelenggaranya Dinbudparpora dan pemrakarasanya
bapak bupati Purbalingga,” kata Widayati lagi.
Sedangkan
Bupati Purbalingga mengatakan, rekor muri wayang yang dilaksanakan
sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk nguri-nguri kesenian
sebagai budaya asli Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Kami
sebagai Bupati dan wakil bupati yang masih muda harus ngurnguri
budaya Indonesia khusunya wayang.
“Karena
di dalam tontonan wayang itu ada nilai-nilai adilihung, ada
nilai-nilai jadi diri bangsa Indonesia bagaimana harus bergotong
royong dan menghormati sesama,” kata Tasdi.
Untuk
itu Pemkab Purbalingga akan mempelopori dengan adanya 7 dalang dan 25
sinden yang asli produk Purbalingga. Bupati berharap, dengan
munculnya dalang-dalang dari Kabupaten Purbalingga, nantinya akan
membawa kemajuan bagi wayang kulit di Purbalingga.
Terkait
dengan Muri Ultah, Bupati mengatakan kebetulan ulang tahunnya sama
dengan wakil bupati. Bupati tidak mau merayakan ulang tahun
sendirian. Bupati menginginkan membagi kebahagian dengan seluruh
rakyat.
“Sehingga
kita ingin membangun silaturahmi dan mmembangun lebih dekat dengan
rakyat, bukan hanya sekedar perayaan ulang tahun namun sekaligus bisa
curhat,” katanya.
Dalam
rangkaian perayaan ulang tahun bersama, Bupati sekaligus menggali
informasi dari masyarakat, terkait permasalahan-permasalahan yang ada
di masyarakat. Ternyata banyak persoalan yang harus diselesaikan 5
tahun kedepan, seperti masalah banyaknya penganguran, kemiskinan dan
lain sebagainya.
Momentum
ultah juga sebagai wahana instropeksi diri, duet kepemimpinan yang
baru 49 hari, harus bisa menggerakan bagaimana greget masyarakat
Purbalingga bisa seeyeg seeko projo untuk memangun
kabupatennya.
“Pemerintah
daerah tidak sendiri, bupati dan wakil bupati tidak bisa sendirian.
Karena kita bukan malaikat, kita manusia biasa, yang butuh
kebersamaan dan kegotongroyongan seluruh masyarakat untuk membangun
Purbalingga yang lebih baik,” pungkas Tasdi.
(Kabare
Bralink/Humas)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !