PURBALINGGA
– Hari Rabu (18/5) merupakan hari yang berbeda dan spesial
untuk Rumah Sakit Umum Harapan Ibu. Karena, Ganjar Pranowo selaku
Gubernur Jawa Tengah berkunjung ke RSUHI. Selain ke RSUHI, Gubernur
Jateng juga meresmikan masjid Nurussalam di Dukuh Pisangbali Desa
Kutabawa Kecamatan Karangreja, Purbalingga.
“Sesuai
rundown dari protokol provinsi, Pak Gubernur sudah berada di
Purbalingga sekira jam 12.00 langsung menuju RSUHI. Setelah acara di
RSUHI baru ke Kutabawa. Acara disana sekira jam 14.45,” ujar
Kasubag Rumah Tangga dan Protokol pada Bagian Umum Setda Purbalingga
Slamet Triyanto.
Menurutnya,
kegiatan gubernur di Purbalingga merupakan rangkaian kegiatan
roadshow gubernur di dua kabupaten yakni Purbalingga dan
Banyumas.
“Setelah
dari Purbalingga, beliau melanjutkan perjalanan menuju Banyumas,”
katanya.
Manajer
Humas RSUHI Nurul Hidayah Supriyati menuturkan, kedatangan Gubernur
Ganjar di rumah sakit umum milik Yayasan Islam Bani Shobari untuk
melihat operasional pelayanan medis RSUHI pada gedung yang baru.
Menurutnya,
sejak 11 Mei lalu manajemen RSUHI telah melakukan soft opening
dan mengoperasionalkan penggunaan gedung baru di bagian selatan
gedung lama tepatnya berada di Jalan Soekarno Hatta.
“Kebetulan
Pak Gub melakukan kegiatan di Purbalingga. Nanti beliau berkenan
meninjau bagian gedung yang pengerjaannya belum seratus persen,”
jelasnya.
Kehadiran
Gubernur Ganjar yang terkenal sangat merakyat juga akan dimanfaatkan
untuk memompa semangat seluruh komponen di RSUHI untuk terus berbenah
dalam memberikan pelayanan kesehatan di Purbalingga.
Seperti
diketahui, sejak April 2014 lalu, Yayasan Islam Bani Shobari
melakukan pengembangan RSUHI menuju rumah sakit tipe B. Pembangunan
tahap pertama diawali membangun zona II berupa gedung layanan
emergency berlantai empat dengan alokasi anggaran mencapai Rp
24 miliar. Tahap berikutnya zona I dengan merombak total bangunan
yang ada sekarang. Total pengembangan direncanakan menghabiskan dana
sedikitnya Rp 45 miliar.
Sementara
di Kutabawa, Panitia Pembangunan Masjid Nurussalam Abbdul Rouf
menuturkan masjid yang diresmikan Gunernur dibangun sejak tiga
tahun lalu menghabiskan dana sedikitnya Rp 2,9 miliar. Dana tersebut
sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat mencapai Rp 2,772
miliar. Sisanya dari donator luar sebanyak Rp 128 juta.
“Alhamdulillah
setelah dikerjakan tiga tahun tanpa henti, masjid seluas 320 m2 ini
dapat selesai,” katanya bersyukur.



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !