PURBALINGGA
– 59 warga yang bermukim disekitar lokasi bencana tanah longsor di
dusun Karangwuni desa Sirau Kecamatan karangmoncol, Purbalingga
diminta waspada bila terjadi hujan lebat. Warga juga diminta untuk
segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika diminta oleh kepala
desa atau tim tanggap bencana.
“Yang
kita tangani bukan saja yang terkena dampak langsung tanah longsor,
namun 59 KK yang ada bagian atas lokasi bencana juga harus
diperhatikan. Kalau hujan lebat, Pak Kades harus bergerak dan segera
mengajak warganya untuk mengungsi,” kata Bupati Purbalingga Tasdi,
saat meninjau bencana tanah longsor di dusun Karangwuni Desa Sirau
Kecamatan Karangmoncol, Selasa (21/2).
Terjadinya
musibah tanah longsor dibarengi banjir bandang yang menyeret dan
menghilangkan rumah milik Sugiyanto (45) dan Teguh (30) akan
ditindaklanjuti dengan kajian geologi apakah lokasi longsor masih
dapat digunakan untuk pemukiman atau tidak. Kajian tersebut tidak
hanya untuk lokasi longsor di Sirau saja namun juga untuk lokasi lain
yang berpotensi timbul tanah longsor.
“Yang
akan dilakukan pertama adalah mendatangkan alat berat untuk
menyingkirkan tanah longsoran yang ada di jalan sehingga memperlancar
arus lalu lintas. Kalau mungkin besok (hari ini-red) sudah ada
dilokasi longsor,” katanya.
Dirinya
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Desa dan
jajaranya, Camat dan seluruh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) dapat bergerak cepat dalam mengatasi bencana tanah longsor
Sirau. Tasdi bersyukur karena bencana yang terjadi tidak menimbulkan
korban jiwa.
“Soal
dua KK korban yang rumahnya hilang, nanti penangannya menunggu hasil
kajian geologi. Yang penting manusianya diamankan dulu,” jelasnya.
Kepala
Pelaksana Harian BPBD Purbalingga Satya Giri Podo menuturkan,
longsor di Dusun Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol,
terjadi pada Minggu (19/2) petang sekitar pukul 18.00, mengakibatkan
dua rumah hilang. Masing-masing rumah dihuni empat jiwa.
Material
longsoran juga menimbun tiga unit sepeda motor dan satu kandang ayam
milik Darsono (45), warga setempat. Longsoran juga menimbun sawah
warga. Jalan utama penghubung Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol dan
Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu juga putus total karena tertutup
longsoran tanah. Beruntung saat kejadian penghuni rumah sudah
mengungsi, sehingga tidak ada korban jiwa.
“Penanganan
yang sifatnya darurat, sudah kita sampaikan kebutuhan pokok berupa
makanan. Kemudian tikar, Mie instan, beras dan sebagainya,”
katanya.
Penanganan
darurat yang lain, pihaknya sudah menghimbau kepada warga yang
dimungkinkan terdampak longsor ini, apabila intensitas hujan tinggi
bersedia untuk diungsikan ditempat yang aman.
“Lokasi
pengungsian ditunjuk oleh kepala desa dan sudah kita rekomendasikan,”
tambahnya.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati didampingi Ketua DPRD Tongat, Komandan
Kodim 0702 Purbalingga Letkol Kav Dedi Safrudin dan pejabat pemda
lainnya, menyerahkan secara simbolis bantuan kedaruratan kepada warga
terdampak bencana.
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !