PURBALINGGA
– Bencana datang bagai pencuri. Ia seolah menunggu kelengahan
pemilik rumah. Seperti halnya yang dialami dua warga Dusun
Karangwuni, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga. Rumahnya
hilang tanpa bekas akibat diterjang tanah longsor, Minggu (19/2)
petang. Tragisnya, satu rumah warga itu, baru selesai dibangun satu
bulan lalu.
Salah
satu korban, Sugiyanto (45) menuturkan, ia bersama istri dan anaknya,
sempat diberitahu oleh tetangganya yang bekerja sebagai penyadap
getah pinus jika tanah di bagian atas mulai bergerak. Tanah di bagian
atas itu merupakan lahan milik Perhutani dengan areal berupa hutan
pinus.
“Begitu
diberitahu dan seperti terdengar suara gemuruh, saya langsung pergi
dengan mengajak istri dan anak. Hanya selang dua menit, rumah saya
langsung tersambar tanah longsor itu. Jika terlambat sedikit, mungkin
nasib kami sudah lain ceritanya,” kata Sugiyanto, Selasa (21/2).
Sugiyanto
menuturkan, lokasi rumahnya berada di dekat sungai kecil dan berjarak
sekitar 50 meter dari lokasi rumah tetangga lainnya. Rumahnya dan
rumah Teguh (30) korban lain memang berada di bagian bawah tebing.
Tidak jauh dari dua rumah itu juga ada kandang ayam milik Darsono.
“Sepertinya
lekukan lokasi itu menjadi jalan tanah yang bergerak. Saya sempat
melihat pohon-pohon yang masih utuh dan menjulang tinggi bergerak
menyapu rumah kami,” kata Sugiyanto.
Sisa
puing rumah yang masih tersisa hanya terlihat dari besi cor yang
tinggal kerangkanya saja. Sementara sungai yang semula berada di sisi
kanan rumah sudah tertutup tanah. Aliran sungai belum membentuk dan
melewati jalan desa. Gorong-gorong sungai itu juga tersumbat batang
pohon ukuran besar.
Sugiyanto
dan keluarga kini hanya bisa pasrah. Hanya baju yang dikenakannya
yang masih tersisa. Harta benda ludes terbawa lumpur yang bercampur
air. Sugiyanto kini mengungsi di rumah kerabatnya di Desa Danasari,
Kecamatan Karangjambu, hanya beberapa puluh meter dari lokasi
bencana. Lokasi bencana itu berada di berbatasan desa antara Desa
Sirau dan Desa Danasari.
Hal
senada juga diungkapkan Teguh, ia tak sempat menyelamatkan
barang-barang yang ada di rumah. Begitu mendapat kabar jika tanah di
bagian atas gunung bergerak, yang dibenaknya hanya harus segera pergi
menyelamatkan diri. Ia memilih pergi ke wilayah Desa Danasari yang
lokasinya lebih tinggi.
“Saya juga tak sempat membawa barang-barang
di rumah. Semuanya lenyap begitu saja, ada emas, uang tunai dan
sepeda motor. Saya tetap bersyukur karena kami sekeluarga selamat,”
tutur Teguh.
Seperti
diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor menimpa dua rumah warga
dan sebuah kandang ayam di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol. Tidak
ada korban jiwa dalam bencana itu, namun kerugian ditaksir mencapai
lebih dari Rp 400 juta. Material longsor menimbun rumah Sugiyanto
dan Teguh, serta menimbun kandang ayam milik Darsono (45), warga
setempat. Longsoran juga menimbun sawah warga. Jalan utama penghubung
Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol dan Desa Danasari, Kecamatan
Karangjambu juga putus total karena tertutup longsoran tanah.
(Kabare
Bralink/Dinkominfo)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !