PURBALINGGA – Menikmati Desa
wisata Serang, Kecamatan Karangreja, sepertinya tak pernah ada
habisnya. Udara yang sejuk di kaki Gunung Slamet membuat suasana tak
akan membosankan. Apalagi ditingkah aktivitas petani hortikultura di
desa itu yang membudidayakan berbagai macam sayuran dan buah
stroberi. Ada sisi lain menikmati desa wisata Serang itu seperti yang
dilakukan oleh karyawan-karyawati Dinas Komunikasi dan Informatika
(Dinkominfo) Purbalingga, Jumat (17/3).
Cara lain itu dengan melakukan jalan kaki
bersama di jalan setapak dan bukan menjadi jalur wisata. Jalur yang
dipilih merupakan jalur para petani menuju ladang budidayanya. Udara
yang masih sangat segar di pagi hari, serta ditingkah suara kicauan
burung menjadikan suasana semakin semarak. Apalagi canda dan tawa
diantara karyawan semakin membuat suasana hidup. Sepertinya tak ada
pembatas antara atasan dan bawahan.
“Ternyata mengasyikan sekali, menjelajah
desa wisata Serang dengan cara lain. Seperti mencari jejak saat
sekolah dulu,” ujar Hardi, ssalah seorang karyawan Dinkominfo
Purbalingga.
Hardi mengungkapkan, sejumlah destinasi
desa wisata Serang hampir sudah dikunjungi semuanya. Seperti kampung
Kurcaci, rest area Lembah Asri, wisata petik stroberi, pendakian
Gunung Malang, curug Ilang, wana wisata Serang dan sejumlah tempat
lain.
“Cara menikmati Desa Wisata Serang ini
yang ternyata mengasyikkan,” ujar Hardi.
Dengan pengalamannya itu, Hardi berjanji
akan membawa keluarga besarnya melakukan jelajah desa wisata Serang
dengan nuansa dan suasana lain. Waktu yang paling tepat untuk
melakukannya pada pagi hari. Jika tidak menginap di homestay, bisa
saja datang pagi-pagi dan ketika sampai di Serang udaranya masih
sangat segar.
“Jika tak menginap di homestay, kita
bisa membawa makanan kecil atau sarapan secukupnya. Atau jika
menginap di homestay, tinggal pesan di warung sekitar desa,” kata
Hardi.
Hardi menambahkan, kehidupan para petani
ternyata menjadi daya tarik juga saat berjalan menyusuri jalan desa.
Bahkan, ketika ada warga yang mengambil rumput dan tengah
beristirahat, jadi ajang foto-foto.
“Saya coba mengangkat satu pikul rumput
itu, ternyata cukup berat. Kata petani, beratnya sekitar 80 kilogram.
Dengan cara wisata ini, kita bisa memahami kehidupan petani yang
ternyata begitu berat,” ujar Hardi.
Senada dengan Hardi, Alfi, karyawan muda
di Dinas Kominfo juga baru menikmati sisi lain desa wisata Serang.
“Kalau datang ke Desa Serang, saya sudah
lima kali. Namun, wisata kali ini boleh dibilang lain dari yang
lain,” kata Alfi.
Suasana aktivitas petani yang mencangkul,
menyiangi tanaman sayuran, atau warga yang mencari rumput menjadi
tontonan sendiri. Bahkan, Alfi dan rekan-rekannya tak
canggung-canggung mencoba melakukan aktivitas itu.
“Ada teman-teman kami yang mencoba
memikul rumput, ada yang mencoba memikul satu karung wortel, dan
bahkan ada yang ikut menyiangi tanaman,” ujar Alfi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika,
Tri Gunawan, SH, MH mengungkapkan, acara wisata sekaligus olahraga
bersama ini dilakukan secara spontan. Kebetulan pas hari Jumat dan
ada dua rekan kantor yang pensiun per 1 Maret.
“Kalau melepas rekan yang pensiun di
rumah makan atau di gedung, sepertinya sudah hal biasa. Kali ini,
kami mencoba melakukannya di tempat terbuka sambil menikmati
keindahan desa wisata Serang,” ujar Tri Gunawan.
Tri Gunawan mengaku, atas usul para
stafnya, kegiatan olah raga sekaligus menikmati desa wisata itu akan
dilakukan paling tidak tiga bulan sekali.
“Tidak perlu ke luar kota, kita datang
ke sebuah desa dan melakukan joging. Soal bekal, teman-teman banyak
yang spontan, mereka ada yang bertugas membawa nasi, membawa lauk,
buah, atau jajanan lain. Saat dimakan bersama ternyata luar biasa
bahagianya,” kata Tri Gunawan.
Pegiat wisata Desa Serang, Purwoko alias
Pulung mengatakan, untuk mengantisipasi kejenuhan wisatawan pihaknya
bersama teman-teman terus berupaya membuat destinasi baru dan paket
wisata baru. Wisatawan bisa melakukan outbound, treking seperti yang
dilakukan karyawan Dinkominfo, atau menikmati daya tarik yang sudah
ada.
“Dalam waktu dekat, kami akan membuat
destinasi baru yang diberinama Serang Higland. Destinasi ini mirip di
Baturaden Adventure Forest dan di lembang. Kedua destinasi itu kami
gabungkan dengan melihat kondisi lapangan yang ada,” kata Pulung
yang juga owner Serang Adventure.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !