PURBALINGGA - Walaupun dari tata
letaknya Bobotsari masuk dalam kategori desa secara kewilayahan, akan
tetapi Bobotsari masuk sebagai 'kota' terbesar dan teramai nomor 2
setelah Purbalingga. Saat ini memang Bobotsari terkenal dengan kota
yang 'pating semrawud' karena banyak pedagang yang
berjualan di tepi jalan raya sangat mengganggu bagi pengguna jalan
yang lain, juga alat transportasinya belum tertata dengan tertib.
Pembangunan di Bobotsari harus
komprehensif (menyeluruh) dan itu diawali dengan membangun kembali
pasar bobotsari yang sudah tidak muat menampung para pedagang dan
juga sudah lama tidak direnovasi. Pembangunan pasar Bobotsari
diharapkan akan dapat menampung para pedagang yang belum tertampung
sekaligus juga merevitalisasi pasar agar lebih representative. Dana
yang dikucurkan untuk membangun kembali Pasar Rakyat Bobotsari secara
keseluruhan menelan biaya 61 Milyar berasal dari Dana Tugas
Pembantuan, Bantuan Gubernur dan APBD sejak tahun 2013.
Peresmian Pasar Rakyat Bobotsari yang
dilaksanakan pada hari ini, Selasa (11/04) sudah lama menjadi agenda
Pemda. Pembangunan Pasar Bobotsari sempat tertunda-tunda yang
akhirnya dapat dirampungkan.
“Alhamdulillah akhirnya pembangunan
Pasar Rakyat Bobotsari selesai,” ungkapnya saat menghadiri
Istighotsah Keluarga Besar Pedagang Pasar Bobotsari, Senin (10/4).
Begitu juga dengan pembangunan terminal
Bobotsari, yang semula type C menjadi type A diharapkan akan
dapat menampung Bus jurusan kota besar yang lain. Apalagi nanti
setelah Jalan Tol Jakarta Pemalang jadi, maka Kabupaten Tetangga
banyak yang lewat ke Bobotsari. Hal ini sudah dapat dibayangkan, ruas
jalan Bobotsari-Pemalang akan bertambah padat dan ramai. Jalan Pemuda
dekat Terminal Bobotsari yang sudah diperlebar kanan-kirinya satu
meter rencananya akan ditrotoar biar lebih rapi.
Tidak hanya itu Bupati juga menyampaikan
di depan para pedagang dan masyarakat Bobotsari, “Kita akan bangun
Alun-alun Bobotsari sebagai tempat ruang public (space) tempat
berkumpulnya masyakat. Pemda lagi mencari tanah untuk dijadikan
sebagai Alun-alunnya Bobotsari,” ujarnya penuh optimis.
Di samping itu juga jalan RS. Yosomiharjo
(Barat Kecamatan Bobotsari) akan dibuat median jalan dan (Timur
Kecamatan) dibuat Kya-kya seperti yang berada di Gang Mayong
Purbalingga.
Bupati juga mengharapkan agar para
pedagang membangun rasa kerukunan dan kebersamaan antar para pedagang
maupun paguyuban pedagang di Pasar Rakyat Bobotsari.
“Aja pada tukaran, bangunlah kebersamaan
dan kerukunan antar pedagang, inter paguyuban maupun kelompok
pedagang yang lain,” pintanya.
Kesemuanya itu untuk Hablu Minallah dan
Hablu Minannas, rezeki sudah ada yang mengatur, namun perlu juga
dibangun Hablu Minannas yaitu membangun hubungan pergaulan yang
harmonis dengan pelanggan maupun dengan para pembeli. Kedepannya
Pasar Bobotsari diharapkan akan menjadi pasar yang terbesar di
Purbalingga.
Acara Istighotsah tersebut dipimpin oleh
Kyai H. Ali Safrudin dan Tausiyah oleh Drs. H. Wahab Wasono
masing-masing sebagai pedagang Pasar Bobotsari dan juga hiburan
Kesenian Marawis dari Bobotsari.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !