PURBALINGGA – Bupati Purbalingga
Tasdi akan segera meluncurkan program Kunjungan Cinta Masyarakat
(Kunci Mas). Program tersebut akan dilaunching setelah APBD Perubahan
Tahun 2017. Kunci mas ditujukan bagi puskesmas di wilayah Purbalingga
yang bersifat promotif dan preventif, sebab selama ini puskesmas
hanya melaksanakan fungsi kuratifnya saja atau hanya sekedar
pengobatan.
“Nantinya puskesmas jangan hanya terlalu
banyak melaksanakan pengobatan atau kuratfnya saja tapi bagaimana
segi promotif dan preventifnya juga ditingkatkan,” kata Tasdi saat
memberikan sambutan pada Seminar Kesehatan di Pendopo Dipokusumo,
Rabu (26/4).
Tasdi menambahkan Puskesmas bukanlah pusat
pengobatan masyarakat melainkan pusat kesehatan masyarakat. Yang mana
ke depan prosentase promotif dan preventifnya harus ditambah dengan
berkunjung langsung ke desa-desa sampai ke rumah tangga. Hal tersebut
dilakukan guna seluruh masyarakat di Purbalinga mendapatkan pelayanan
kesehatan dengan baik.
“Nanti 22 puskesmas harus disetting
cakupan-cakupannya agar semua masyarakat mendapatkan layanan
kesehatan dengan baik,” imbuhnya.
Saat ini ada 22 Puskesmas di wilayah
Purbalingga, dimana yang memiliki rawat inap baru 11 puskesmas, tahun
ini akan ditambah dua lagu. Bupati berharap dengan adanya peningkatan
pada layanan kesehatan mampu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan
Angka Kematian Bayi (AKB).
“Harapannya dengan berbagai fasilitas
kesehatan yang tersedia dapat berperan serta mengurangi AKI dan AKB,”
harap Tasdi.
Di samping itu, tambah Tasdi, Pemerintah
berkomitmen untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
dimana ada tiga variabel yang diprioritaskan yakni pendidikan,
kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut dibuktikan oleh
pemerintah dengan mengalokasikan sebagaian besar dana APBD untuk
Kesehatan yakni sebesar 365 Miliar dari 2, 74 Triliun total APBD
Tahun 2017.
“Ini membuktikan bahwa komitmen pemda
sampai hari ini anggaran terbesar APBD kita terbesar untuk pendidikan
dan juga kesehatan,” jelasnya.
Problematika kesehatan yang ada saat ini
belum sepenuhnya terselesaikan, yakni angka harapan hidup masyarakat
yang belum tinggi. Selain itu juga Tasdi mengimbuhkan angka kematian
ibu melahirkan dan angka kematian bayi masih cukup tinggi. Oleh
karena itu dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak untuk bersama-sama
mengurangi AKI dan AKB.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !