PURBALINGGA - Sekolah Menengah Atas
Negeri (SMAN) 1 Kutasari untuk pertama kalinya mengikuti lomba
perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Hasil seleksi instrumen
yang dilengkapi dengan provil perpustakaan sekolah, menempatkan SMAN
1 Kutasari masuk 6 besar tingkat Jawa Tengah, sehingga mendapatkan
kehormatan untuk diverifikasi dari Tim Penilai Provinsi.
Pustakawan Tingkat Jawa Tengah, Tri Murti
mengatakan masuknya Purbalingga dalam nominasi merupakan hal yang
sangat baik untuk membangun dan mengembangkan minat baca siswa.
Purbalingga diverifikasi bersama Kabupaten Sragen, Temanggung, Tegal,
Kebumen dan Wonosobo.
"Ada beberapa indikator penilaian,
antara lain gedung, perabot, angaran, koleksi buku, kerjasama,
koleksi buku, serta sumber daya manusianya. Selain Perpustakaan SMA N
1 Kutasari sebagai katagori sekolah, Purbalingga juga mewakilkan
Perpustakaan Desa Lamuk untuk katagori desa,” katanya.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah
(Arpus), Suparso mengatakan dengan masuknya SMAN 1 Kutasari pada
lomba perpustakaan tingkat Jawa Tengah dapat menjadi motivator bagi
sekolah-sekolah di Purbalingga untuk lebih menggiatkan dan
mengembangkan kembali perpustakaannya. Pengembangan perpustakaan
masalah penambahan koleksi buku saja namun sudah melalui pengembangan
aplikasi di perpustakaan.
“Seperti e-book, hootspot area, penataan
gedung perustakaan serta digitalisasi dalam pelayanan perpustakaan
dapat menjadi solusi mempercepat pengembangan minat baca para siswa,”
katanya.
Sampai saat ini, tambah Suparso
perpustakaan daerah Purbalingga mempunyai 640.000 koleksi buku dengan
30.000 judul buku. Untuk menambah minat baca masyarakat khususnya di
organisasi perangkat daerah (OPD), Dinas Arpus juga telah melakukan
kerjasama dengan beberapa OPD dengan program pojok baca di
masing-masing OPD, yakni dengan cara barter pinjam buku.
“Minat baca juga mempengaruhi karakter
manusia, antara yang suka membaca dan yang tidak suka membaca, kami
punya moto sedikit bicara banyak baca,” katanya Kepala SMA 1
Kutasari, Kuat Ristianto merasa terhormat dan bangga dengan hadirnya
tim penilai lomba perpustakaan tingkat Jawa Tengah. Kehadiran tim
diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan guru untuk
mengembangkan perpustakaan di masa depan. Dengan keberadaan
perpustakaan yang baik, dan didukung minat baca yang baik,
perpustakaan dapat menjadi pintu gerbang ilmu pengetahuan.
“Sejak berdiri tahun 1999 perpustakaan
SMA N 1 kutasari telah mengalami berbebagai kemajuan, dan
Alhamdulillah pada tahun ini mendapatkan jaura 1 tingkat Kabupaten.
Dan saya berharap dengan kedatangan tim penilai dapat menjadi
perpustakaan terbaik di Jawa Tengah,” katanya.
Sedangkan Pengawas Pendidikan Balai
Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK), Nanik Indrianti
mangatakan perpustakaan merupakan salah satu pusat pendidikan.
Karenanya sekolah harus mampu mewadahi. Adanya penilaian lomba
perpustakaan harapannya bukan bukan hanya memperdalam dan memperkaya
koleksi perpustakaan namun lebih penting menumbuhkan minat baca.
“Peningkatan minat baca bukan hanya
untuk para siswa namun juga para gurunya. Para guru juga mempunyai
kewajiban untuk selalu menyempatkan waktunya untuk berkunjung dan
membaca di Perpustakaan,” katanya.
Sebelum penilaian lomba, kegiatan diawali
dengan kesenian kenthongan yang di peragakan oleh 17 siswa dan
dilanjutkan dengan penampilan tari Gambyong oleh 3 orang penari.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !