PURBALINGGA - Saat memperingati
hari pendidikan nasional, Ridwan Sururi yang dikenal dengan kuda
pustakanya, diundang sebagai tamu kehormatan Presiden Republik
Indonesia. Ridwan Sururi bersama 36 pustakawan seluruh Indonesia
diterima secara pribadi oleh Presiden di Istana Merdeka, Selasa,
(2/5). Undangan tersebut merupakan wujud penghargaan presiden atas
pengorbanan dan pengabdian 36 pustakawan dalam mencerdaskan kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Ridwan Sururi mengatakan sangat terharu
dan senang atas undangan yang diberikan oleh Presiden Jokowi.
“Undangan ini merupakan sesuatu yang
luar biasa bagi saya, karena sebagai tukang pencari rumput bisa
menghadap bapak presiden,” katanya.
Ridwan mengatakan Presiden Jokowi juga
akan memberikan bantuan buku sebanyak 10 ribu buku tiap tahunnya
kepada pegiat pustakawan di berbagai pelosok negeri. Para donatur
buku yang mengeluh tentang mahalnya ongkos kirim, nanti akan ada jasa
pengiriman gratis.
“Perhatian pemerintah yang begitu besar
kepada kami selaku penggiat literasi menjadi penyemangat kami untuk
terus mengembangkan perpustakaan sebagai jendelanya dunia,” kata
Ridwan.
Sebagaimana di ketahui kiprah Ridwan
Sururi, di dunia pendidikan telah menjadi perhatian publik, bukan
lagi nasional tapi telah terdengar di mancanegara. Berbagai media
baik cetak maupun elektronik sudah melakukan wawancara dengan nya,
seperti BBC London, Reuters, serta Al Jazeera. Kegiatan perpustakaan
ini telah dilakukan Ridwan sejak Januari 2015. Berkat semangat dan
keuletan terhadap dunia pendidikan, Ridwan Sururi pun kebanjiran
buku-buku dari para donatur.
“Permasalahan kekurangan buku, sekarang
tidak lagi, namun sekarang harus memikirkan rak yang memadai,”
pungkasnya.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !