PURBALINGGA – Wakil Bupati
Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ mengungkapkan, ditengah
perkembangan arus informasi yang begitu cepat dan pesat melalui
berbagai media termasuk media sosial, harus disikapi dengan bijak
oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap OPD harus
berperan menjadi Humas (Hubungan Masyarakat) dan menjadi penyeimbang
informasi yang tidak benar. Disisi lain, peran Humas juga diharapkan
sebagai penggerak partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan
yang dijalankan pemerintah.
Wabup Tiwi mengungkapkan hal tersebut saat
membuka dan mengikuti pertemuan Bakohumas (Badan Koordinasi
Kehumasan) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika
(Dinkominfo) Purbalingga di Operation Room Graha Adiguna, kompleks
Pendapa Dipokusumo, Selasa (4/4). Pertemuan tersebut menghadirkan dua
nara sumber masing-masing Agung Handoko Saputro, S.sos, Komisioner
Informasi Provinsi Jateng, dengan Tema : 'Tata Kelola Informasi
Publik’, dan Kompol R Sihombing, SH, Ketua Tim Satgas Saber
Pungli Purbalingga/Waka Polres Purbalingga dengan tema : 'Sosialisasi
Satgas Saber Pungli’. Diskusi dipandu Kabid Humas dan Informasi
Komunikasi Publik (IKP) Dinkominfo, Ir Prayitno, M.Si.
Wabup Tiwi mengungkapkan, derasnya arus
informasi dan terbukanya sarana media komunikasi menjadikan berbagai
persoalan yang mengemuka di masyarakat dengan cepatnya menyebar dan
sampai ke pemerintah. Seperti informasi soal keluhan pelayanan kartu
tanda penduduk, pelayanan kesehatan, pendidikan, jalan rusak dan
informasi sosial lainnya.
“Saya mencermati, warga masyarakat yang
sudah melek teknologi informasi banyak yang menggunakan media sosial
facebook. Saya memantau terus informasi yang berkembang di lapangan,
sehingga jika ada yang harus ditindaklanjuti cepat bisa diselesaikan
segera,” kata Wabup.
Wabup Tiwi mengeluhkan masih belum semua
OPD yang memanfaatkan media sosial, baik twitter, path, facebook,
instagram dan lainnya untuk menerima keluhan dan menyerap pendapat
dan informasi dari masyarakat. Penyelenggara pemerintahan di semua
OPD harus membuka akses informasi yang mudah, sehingga jika ada
keluhan dari masyarakat bisa segera tertangani.
“Dinkominfo juga segera membangun konten
khusus pelaporan dari masyarakat yang menjadi bagian dari website
resmi pemkab. Konten pengaduan tersebut harus disosialisasikan ke
masyarakat luas, sehingga masyarakat tahu bagaimana jika hendak
melaporkan tentang informasi yang berkembang di masyarakat. Untuk
semua OPD juga demikian, membuka kran informasi timbal balik melalui
media sosial yang ada,” kata Wabup Tiwi.
Ditambahkan wabup Tiwi, selain membawa
dampak positif, arus informasi yang begitu besar dan variatif sebagai
konsekuensi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, juga
memiliki dampak negatif bagi pihak-pihak yang belum memiliki kesiapan
memperlakukan hasil kemajuan teknologi.
“Dalam situasi seperti ini, maka peran
humas pemerintah menjadi demikian penting untuk senantiasa mampu
bersikap dan bertindak secara bijak, dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya sebagai beranda depan penyelenggara pemerintahan dibidang
informasi,” kata Wabup Tiwi.
Wabup Tiwi menambahkan, humas pemerintah
pada era keterbukaan saat ini memiliki peran yang sangat strategis
dalam mempengaruhi publik untuk berpartisipasi dalam mendukung
program-program pemerintah. Dalam konteks fungsi seperti ini, humas
pemerintah sama sekali bukan mengemban peran pencitraan sebagaimana
yang sering dipersepsikan berbagai kalangan. Di samping menjadi
komunikator, humas pemerintah harus dapat mengemban tugas selaku
fasilitator dalam mengklarifikasi berbagai isu yang timbul,
sekaligus menggalang dukungan publik terhadap program dan kebijakan
yang dibuat oleh pemerintah bagi. Pelaksanaan peran yang demikian
tentu harus selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan,
terutama undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik (KIP).
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo
Purbalingga Tri Gunawan, SH, MH mengatakan, pertemuan Bakohumas
bertujuan untuk meningkatkan Kinerja dan Citra positif insan
Kehumasan di seluruh Organisasi perangkat daerah (OPD) jajaran pemkab
Purbalingga.
“Pertemuan Bakohumas ini juga untuk
meningkatkan pemahaman tentang keberadaan bidang kehumasan, serta
meningkatkan layanan informasi kepada masyarakat khususnya berkaitan
dengan keterbukaan informasi publik dan keberadaan tim Sapu bersih
(Saber) Pungli,” kata Tri Gunawan.
(Kabare Bralink/Dinkominfo)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !