PURBALINGGA - Komisi
Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Purbalingga menggelar
sosialiasi pencegahan HIV-AIDS kepada siswa-siswi SMK N 1
Purbalingga, Senin( 27/11). Sekitar seribu lebih pelajar mengikuti
sosialiasi yang digelar di Lapangan Outdor SMK tersebut.
Sekretaris KPAD Kabupaten
Purbalingga, R. Heny Ruslanto mengatakan sosialisasi bertujuan
meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi
HIV AIDS dan PIMS di Kabupaten Purbalingga. S"Selain itu,
meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap isu
HIV-AIDS untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi,"
ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Heny
juga menyematkan pita merah dan pin HIV kepada Kepala Sekolah SMK N
1 Purbalingga, Yosep Win Puji Punarwo. Ia mengatakan penyematan
tersebut merupakan bentuk apresiasi KPAD kepada pihak sekolah dalam
mendukung pencegahan HIV-AIDS di Kabupaten Purbalingga. "Seblumnya
di SMA Rembang, Terimakasih atas dukungannya. Sosialiasi berikutnya
akan dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah yang ada di
Purbalingga," Ungkapnya.
Heny mengatakan kegiatan
tersebut merupakan rangkaian peringatan hari HIV-AIDS yang jatuh pada
1 Desember 2017. “Selain sosialiasi ke sekolah, kami juga menggelar
Talkshow pada tanggal 30 November, Pembagian 9000 pita merah &
leaflet di perusahaan rambut pada tanggal 2 Desember,”
katanya.
Tambahnya, pada upacara yang
akan digelar 4 Desember nanti, dilakukan pula pengukuhan desa dan
kelurahkan peduli HIV-AIDS serta pemberian piagam kepada tokoh peduli
HIV-AIDS.
Pada kesempatan lain, Bupati
Purbalingga, Tasdi selaku ketua KPAD Purbalingga menghimbau kepada
seluruh masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat, serta ikut
andil dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten
Purbalingga.
Senada dengan Bupati, Wakil
Bupati Purbalingga, Tiwi selaku ketua pelaksana berharap masyarakat
di Kabupaten Purbalingga diharapkan dapat mengubah persepsi negatif
terhadap penderita HIV-AIDS.
“Selain mencegah, kita juga
berperan untuk menormaliasi isu tentang HIV-AIDS. Jangan sampai di
Kabupaten Purbalingga terjadi diskriminasi kepada Orang Dengan
HIV-AIDS (ODHA),” katanya.
(Kabare Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !