![]() |
| Bimtek Penyiaran (Hms) |
PURBALINGGA – Seiring perkembangan
teknologi informasi, Pemerintah Kabupaten dituntut memiliki media informasi
yang mampu menjangkau wilayah nasional seperti melalui media televisi. Dari itu
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mendorong seluruh
pemkab memiliki stasiun televisi lokal sebagai embrio jaringan televisi yang
bakal dibuat oleh Apkasi.
“Penyampaian informasi melalui format
video sudah menjadi keharusan manakala media mainstream mulai mengalami
pergeseran dari yang sebelumnya sangat berpengaruh seperti media cetak, kini
tergantikan dengan media digital,” ujar Mirza Fichri, MZ Kepala Divisi Humas
Media dan Dokumentasi APKASI saat membuka Bimbingan Teknis Kehumasan dan Penyiaran
Televisi di Hallroom Favehotel, Jakarta Pusat , Selasa (13/3).
Kgiatan bimtek yang dilaksanakan selama
tiga hari dari tanggal 13 hingga 15 Maret tersebut merupakan bimbingan bagi
personil humas di daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Utamanya dalam mengemas sebuah peristiwa ataupun agenda kegiatan daerah dalam
bentuk visual yang menarik dan layak siar, sehingga nantinya humas di daerah
mampu mengoperasikan media televisi sendiri.
“Kedepan daerah harus punya tenaga-tenaga
handal yang menguasai bidang pertelevisian, dehingga mampu membangun tv lokal
yang menjadi jaringan TV Apkasi. Bila itu terwujud maka bakal menjadi tv
nasional terbesar di Indonesia,” tandasnya.
Direktur Utama Mitra Ide Cemerlang (MICTV),
Pranoto Harun mengaku untuk mendirikan sebuah stasiun televisi memang
membutuhkan bajet yang fantastis. Namun itu bisa disiasati dengan anggaran yang
sedikit kita sudah bisa mempunyai siaran televisi lokal, misalnya melalui tv
live streaming ataupun media televisi on line.
Sementara itu, Insan Kamil juga
menyebutkan bimtek kepenyiaran ini merupakan kegiatan yang akan berkelanjutan.
Karena kedepan, lanjut Kamil, pihak Apkasi yg bermitra dengan MicTV memang
bercita-cita memiliki stasiun televisi sendiri.
Nantinya konten Apkasi TV diidi oleh
daerah sehingga praktisi humas harus mampu mengemas potensi daerah seperti
pariwisata, kuliner, budaya maupun keunikannya menjadi sebuah berita maupun
tayangan yang layak untuk disiarkan. “Konten-konten daerah itu akan kita tayangkan
di APKASI TV,” pungkasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
(Dinkominfo) Purbalingga Sridadi mengatakan, dalam
membranding Purbalingga pihaknya juga sudah melakukan penguatan informasi
melalui media video visual. Selain kerjasama dengan tv lokal dan nasional,
peristiwa dan kegiatan pemkab juga ditayangkan melalui chanel You Tube, video
streaming dan media sosial. “Kami harapkan kualitasnya menjadi semakin
meningkat,” katanya.


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !