PURBALINGGA – Azhafran
Faro Hamizan, anak dari pasangan Septiana dan Singgih di usianya yang
masih sangat belia harus berjuang melawan penyakit yang ada di
tubuhnya. Menginjak usia ke 23 bulan, ia harus merasakan sakit di
tubuhnya.
Azhafran tumbuh dan berkembang
tidak seperti anak biasanya. Ia terdiam terpaku dalam pangkuan dan
gendongan sang ibu tak jarang ia pun menangis merasakan sakit di
tubuhnya. Azhafran kecil harus mengalami penderitaan di usianya yang
masih sangat muda.
“Azhafran sudah mengalami ini
sejak usianya 5 bulan, awalnya biasa saja bahkan sudah bisa
tengkurap,” kata Septiana, Ibu Azhafran saat ditemui di kediamannya
di Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Senin (12/3).
Azhafran tidak hanya mengalami
toksoplasma, setelah toksoplasmanya dinyatakan negatif oleh dokter ia
terindikasi epilepsi unspecified. Azhafran juga mengalami penumpukan
cairan pada rongga otaknya sehingga ukuran kepalanya tidak
proporsional.
“Azhafran selalu kontrol ke
posyandu, bahkan saat usianya sembilan bulan ukuran kepalanya normal,
tapi bertambahnya usia kepala Azhafran semakin membesar dan beratnya
pun tidak sesuai dengan usianya,” jelas Hanin, Bidan Desa setempat.
Penyakit yang diderita Azhafran
diduga merupakan bawaan dari sang ibu atau sejak berada di dalam
kandungan. Menurut Hanin, sebelumnya Septiana juga memiliki seorang
anak yang memiliki penyakit yang serupa.
“Azhafran ini anak kedua,
anak pertama Septiana meninggal saat usianya 20 hari dengan kasus
yang sama,” jelas Hanin.
Sekretaris Dinas Kesehatan
(Dinkes), Umar Faozi mengatakan apabila ditemui kasus tersebut maka
sang ibu dan ayah dari Azhafran harus diperiksa. Ditakutkan,
lanjutnya penyakit yang diderita anaknya bawaan dari ibu atau
ayahnya.
“Kemungkinan ini bawaan dari
ibu atau suami, ibu sama suami harus segera diperiksa secara mendalam
agar tau penyebabnya,” jelas Umar saat berbincang dengan Septiana.
Azhafran, kini hanya bisa
terdiam dalam gendongan sang ibu, tubuhnya lunglai tak berdaya.
Bahkan ketika lapar dan hauspun ia hanya mampu menangis, matanya
sayup tubuhnya tak lagi terbujur lemas.
Ketua Tim Penggerak PKK (TP
PKK) Erni Widyawati Tasdi segera mengunjungi Azhafran, setelah
mendapatkan informasi dari Een tetangga Azhafran. Erni pun memberikan
santunan berupa uang dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi
Septiana dan keluarga.
“Ini ada sedikit dari
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk Azhafran untuk
berobat semoga bermanfaat dan lekas sembuh ya,” ungkap Erni sambil
menyerahkan bantuan.
(Kabare Bralink/Hms)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !