PURBALINGGA - Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga terus gencar mensosialisasikan
tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng. Termasuk
sosialisasi di daerah terpencil, seperti yang dilakukan di Dusun
Jomblang, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Minggu
(8/4/2018). Kegiatan itu juga melibatkan panitia Pemilihan Kecamatan
(PPK) Kaligondang, dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sidareja.
Dari sosialisasi yang
berlangsung di halaman rumah Turmin (50) di Dusun Jomblang itu,
terungkap bahwa hampir sebagian besar warga Dusun Jomblang, ternyata
belum paham apa itu Pilgub Jateng, dan kapan pelaksanaannya.
Dalam sesi pembagian door
prize, anggota Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia
(Parmas dan SDM) KPU Purbalinga, Sukhedi meminta warga Jomblang untuk
maju ke depan, lalu diberi pertanyaan.
“Pak, asmane sinten?
Yuswane pinten?(Pak, namanya siapa.Umurnya berapa?” tanya
Sukhedi.
“Nami kula Sanmurdi, umur 80
tahun," jawab seorang kakek, yang diketahui namanya Sanmardi.
“Ngertos napa niku Pilgub
Jateng? Lan kapan dinten coblosane. (Tahu apa itu Pilgub Jateng ?
Dan kapan coblosannya?” tanya Sukhedi.
Sanmardi pun seperti orang
bingung. Dia tidak bisa menjawab, dan malah balik bertanya.
“Pilgub Jateng sih napa,
kapan niku? (Pilgub Jateng sih apa, kapan itu?),” ujar Sanmardi
dengan logat Banyumasannya yang kental, dan disambut tertawan peserta
sosialisasi.
Tak hanya Sanmardi yang tidak
tahu tentang Pilgub Jateng dan kapan hari pemungutan suaranya itu.
Beberapa warga lain yang ditanya Sukhedi di panggung, juga tidak tahu
menahu hal itu. Mereka, diantaranya Samiarji, Ratini, Sutinem,
Sunardi, Partini dan Rubinem.
Sukhedi lalu menjelaskan bawa
KPU akan menyelenggarakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur
Jateng. "Pilgub Jateng sebagai sarana untuk memilih pemimpin
Provinsi Jateng ,lima tahun kedepan. Pilgub jateng ini diikuti dua
pasang calon, yaitu nomer 1 pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, dan
nomer dua pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Hari H pemungutan
suaranya Rabu Pon, tanggal 27 Juni 2018. Jangan lupa, pada hari itu
yang ditetapkan sebagai hari libur,untuk menyempatkan datanhg ke TPS
nggih bapak-bapak, ibu-ibu, sedherek sedaya," ajak Sukhedi.
Warga pun mengangguk-angguk
mendapat penjelasan dari Sukhedi. Sukhedi menjelaskan,ini lah
perlunya sosialisasi. Bahwa masyarakat yang telah memiliki hak pilih,
harus sadar politik, untuk menggunakan hak suaranya,dan paham apa itu
Pilgub Jateng.
"Satu suara dari bapak
/ibu lan saudara-saudara semua, sangat menentukan nasib Provinsi
Jateng, termasuk nasib Dusun Jomblang lima tahun ke depan.Dan
pilihlah Cagub sesuai hati nurani. Jangan memilih karena iming-iming
uang,"pesan Sukhedi.
Sukhedi menambahkan, KPU
Purbalingga menetapkan empat daerah terisolir, untuk diberi
sosialisasi. Selain Jomblang,yakni ada Dusun Sipentul diKecamatan
rembang, Jingkang di Kecamatan karangjambu,dan Karangjengkol di
Kecamatan Kutasari.
"Empat daerah terpencil
itu, kami genjot sosialisasinya, dengan maksud agar tingkat
partisipasinya untuk memilih,tinggi," ujarSukhedi.
Terpencil
Sementara itu, Dusun Jomblang
di Desa Sidareja,Kecamatan Kaligondang, Purbalingga selama ini memang
dikenal sebagai dusun terpencil. Dari ibu kota Kecamatan kaligondang,
untuk sampai ke dusun ini, ada dua jalan alternatif. Alternatif
pertama, setelah dari ibu kota kecamatan Kaligondang, sejauh 5 km
menuju Dusun Mlayang, Desa Sidareja. Dari Dusun Mlayang ini, kemudian
menyeberangi Sungai Gintung, yang arus airnya cukup deras.
Namun karena curah hujan sering
tinggi, sehingga jalur pertama ini jarang dilalui. Dan tercatat
selama beberapa tahun terakhir ini, sudah puluhan warga tewas
akibat ganasnya Sungai Gintung yang menghubungkan Dusun Mlayang
dengan Dusun Jomblang itu.
Alternatif kedua, dari ibu kota
kecamatan Kaligondang, memutar melewati Kecamatan Rembang dan
Karangmoncol, sejauh kurang lebih 40 km. Sesampainya di Desa
Karangsari, Kecamatan Karangmoncol, masuk ke Dusun Jomblang sejauh
kurang lebih 2 km, dengan kondisi jalan hanya bisa dilewati satu
mobil, berupa jalan tanah di tengah-tengah areal persawahan. Kalau
hujan, jalan berubah seperti sungai.
"Ya,cukup melelahkan juga.
Dari ibu kota Kecamatan Kaligondang, untuk sampai ke dusun ini, butuh
waktu satu jam lebih," ujar Baryati, staf PPK Kaligondang yang
ikut dalam sosialisasi itu.
Dalam Pilgub Jateng 2018, KPU
Purbalingga membuat TPS khusus di dusun ini. Di sini, terdapat 40 KK
(Kepala Keluarga), yang sebagian besar berpendidikan SD. Ada beberapa
yang tamat SMP, dengan mata pencaharian sebagian besar buruh dan
bertani.
"Di Dusun Jomblang ini,
dari 40 KK , terdapat 134 yang memiliki hak pilih. Perinciannya
laki-laki 72, dan perempuan 62. Bagaimanapun, agartidkakehilangan
hakpolitiknya pada Pilgub Jateng, mereka kamilayani dengan baik,"
timpal Deswi Widiastuti,salah satu anggota Panitia Pemungutan Suara
(PPS) Desa Sidareja, Desi Widiastuti.
Kepala Desa Sidareja, Tri Hadi
Wardoyo berharap saat pemilihan gubernur nanti, seluruh warga
Jomblang menggunakan hak pilihnya “Aja malah ditinggal lunga maring
sawah,” (jangan ditinggal pergi ke sawah)," ujar Tri Hadi
Wardoyo.
Kades Sidareja juga
menyampaikan terimakasih kepada KPU Purbalingga yang telah
memfasilitasi adanya TPS khusus di Jomblang. Sebab pada Pemilu-Pemilu
sebelumnya, ketika belum ada TPS khusus di Jomblang, warga harus
menyeberang sungai Gintung dengan perahu karet menuju Dukuh Mlayang
untuk menggunakan hak pilihnya. (PI-2)
Anggota Divisi Partisipasi
Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas dan SDM) KPU Purbalinga,
Sukhedi saat sosialisasidi Dukuh Jomblang, Desa Sidareja, Kecamatan
Kaligondang, Purbalingga,Minggu (8/4/2018).
(Kabare Bralink/Hms)


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !